Cerita 2020 GKS/KGSP-U



Cerita Perjalanan Mendapatkan Beasiswa 2020 Global Korea Scholarship (GKS) for Undergraduate Degree (Embassy Track)



Di tulisan kali ini aku mau berbagi cerita. Sebuah perjalanan bak roller coaster yang aku lewati hingga akhirnya aku berhasil menjadi grantee GKS/KGSP-U 2020. Ini akan sangat panjang bangeeeet, semoga jempol kalian kuat ya untuk terus nge-scroll cerita yang panjang menjuntai ini sampe tamat :'D. Cerita ini adalah cerita dari seorang anak desa yang dulunya cuman bisa mimpi dan mengkhayal untuk bisa kuliah keluar negeri di World Top 100 Universities dengan gratis. So, here is my story. Enjoy reading everyone~~
            
Oke, pertama-tama perkenalan dulu ya guys. Beasiswa GKS (Global Korea Scholarship) yang akrab disebut beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program) adalah beasiswa full-funded yang diberikan langsung oleh NIIED yaitu branch dari Korean Ministry of Education. Beasiswa ini meliputi biaya kuliah selama 4 tahun, biaya kursus bahasa Korea selama 1 tahun, asuransi kesehatan, tiket pesawat, pembuatan visa, dan uang saku bulanan. Beasiswa ini diperuntukkan bagi 3 jenjang pendidikan, yaitu: Undergraduate Degree (S1), Associate Degree (D3), dan Graduate Degree (S2/S3). Untuk program Undergraduate dan Associate Degree, pendaftaran di buka pada bulan September setiap tahunya. Sedangkan untuk program Graduate Degree, perndaftaran dibuka pada bulan Februari.
            
Ceritaku di mulai di kelas 10 SMA. Aku ngerasa kalau hidup aku tuh datar-datar aja. Saat itu, aku itu anak yang pendiem bahkan keberadaan aku di kelas ga terlalu ter-notice *so sad*. Duduk di bangku paling belakang dan most of the day aku dengerin lagu pake headset dari hp cinitnit a.k.a hp jadul karena sekolahku ga ngizinin bawa smartphone ke lingkungan sekolah *jangan ditiru ya gaes*. Aku ngerasa bener-bener jenuh sama rutinitas sekolah, dan runititas hidup di asrama. Kejenuhan ini membawa aku berpikir tentang hal-hal kaya gini: 

“Perasaan hidup aku gabut bener deh, jenuh banget, ga pengen hidup kaya gini."
“Terus aku mau hidup yang kaya gimana sih?"
“Aku sebenernya mau ngelakuin apa dalam hidupku?"
“Apa sih yang aku cari?"
“Mau aku bawa kemana diri ini?”

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu pernah melintas dibenak kalian juga. Keliatannya sih biasa aja, tapi bagi aku mereka bukan pertanyaan biasa. Sejak saat aku mulai berpikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, hidupku berubah 180”.

Aku mulai banyak berpikir tentang masa depan. Habis lulus aku mau ngapain, dan mau melanjutkan hidup seperti apa. Mulailah aku nyari-nyari universitas dan mengenal jurusan-jurusan kuliah. Pada saat itu profesi dan jurusan kuliah bercampur aduk di kepalaku. Pengen kuliah kedokteran, teknik, HI, bahkan bisnis pernah melintas di kepala ini. Biasalah anak remaja, masih labil gaes wkwkwk.

Nah kan dari jaman SD tuh aku seneng banget dengerin lagu bahasa Inggris, inget banget dulu sering banget dengerin lagu-lagunya nya si mba Rihanna Shine bright like a diamond *auto nyanyi* dan suka nulis-nulis lirik lagunya segimana kedenger sama telinga karena dulu ga ngerti gimana caranya pake google buat nyari lirik yang sebenernya:’). Lalu waktu itu aku buka lagi tuh binder jaman SDku dan liat tulisan lirik lagunya, beuhh spellingnnya ambyar total guys HAHAHA. Oke skip *kenapa jadi curcol gini yak*.

Jadi, aku manusianya seneng banget berkhayal *bukan halu ya, emang beda tipis sih heuheu :’D*, dari jaman SD aku suka ngekhayal kalo tinggal di daerah yang jauh dari rumahku gimana yaaa.. hmm pasti asik banget deh karena guys fyi aja nih aku ini berasal dari sebuah desa a.k.a kampung di daerah Lembang. Rumahku jauh dari pusat Lembang, kalian bisa bayangin deh gimana sebuah desa yang kalo kalian jalan di jalan utama desa tuh, sebelah jalan tuh kebun sayuran terhampar luas lengkap dengan hutan, bukit, dan gunungnya. Sejuk sih iya sejuk tapi tidak jarang aku merasa rumahku ini sedikit pelosok karena mau ke indomaret aja jauhnya subhanallah :’).

Kembali ke cerita nyari kuliah. Nah, jadi gara-gara ga mau hidup di tempatku tinggal terus dan kebanyakan denger lagu berbahasa Inggris yang menjadi bibit-bibit tumbuhnya imaginasi tentang ideal future life-ku, akhirnya aku punya keinginan untuk mengeksplor bumi yang sudah Tuhan ciptakan ini. Tapi, gimana caranya? Di sinilah otakku mulai bekerja.

Aku mulai browsing tentang kuliah di luar negeri karena hanya ini cara yang masuk akal untuk aku bisa menikmati hidup di luar negeri. Dan ternyata biayanya luar biasa mahaaaal gaes. Lalu akhirnya aku nyari-nyari scholarship. Aku pengen banget bisa sekolah di English speaking country, cuman sedikit banget yang ngasih beasiswa penuh dan udah ngecover biaya hidup. Karena kondisi finansialku memang kurang kuat untuk support biaya hidup sekali pun, akhirnya aku putuskan untuk nyari beasiswa yang full-funded. Ada beberapa negara di Asia yang menawarkan beasiswa full-funded ini, cuman aku tertarik sama 2 beasiswa yaitu MEXT Jepang, dan KGSP Korea.

Aku suka nonton serial anime dan K-drama, jadi aku lumayan familiar dengan kedua negara itu. Awalnya pengen banget kuliah di jepang, cuman ketika ngeliat tes-tes yang harus dilewati, aku sedikit ragu sama diri sendiri. Kenapa? Karena untuk seleksi beasiswa ini tuh ada tes MATEMATIKA nya, dan aku adalah jenis manusia yang ga pernah bisa hidup rukun sama si matematika ini heuheuheu. Aku coba liat-liat soal matematika nya dan otakku ga nyampe :’D, feel so stupid that time. Akhirnya, aku mengeliminasi khayalanku untuk kuliah di jepang.  Aku lebih memilih megambil jalan yang I could do the best with what I have and with what I love to do. Matematika adalah sesuatu yang ga aku suka and I can’t deny to it or even push myself to finally able to conquer it because I know I won’t be the best of me even sampe berdarah-darah sekali pun. So, akhirnya satu beasiswa yang aku ngerasa “kayanya aku bisa nih memenuhi kulifikasinya” adalah beasiswa KGSP Korea.

Di akhir kelas 10 SMA mulailah aku mencari-cari info lebih banyak tentang beasiswa ini, persyaratan, ketentuan, bahkan cerita-cerita grantee tahun-tahun sebelumnya. Aku ngerasa cukup bahagia karena beasiswa ini ga ngadain tes akademik terutama tes matematika. Eitsss taaaaapi…. ketika aku buka application form, ada 2 buah essay yaitu Personal Statement dan Study Plan yang harus di tulis untuk daftar beasiswa ini. Memang sih setiap beasiswa biasanya mewajibkan 2 essay ini. Setelah aku baca-baca lagi ada beberapa informasi yang mereka minta untuk ditulis di dalamnya contohnya seperti Kenapa Korea, kenapa milih beasiswa ini, awards, kegiatan-kegiatanku, pengalaman-pengalamanku, kenapa milih univ dan jurusan A/B/C, rencana studi selama 5 tahun, dll, rinci banget deh pokonya. Disitu aku cukup kaget karena aku belum punya hal-hal yang mereka minta untuk aku tulis di Personal Statement bahkan Study Plan, aku belum punya alasan kuat kenapa aku mau kuliah disana dan rencana-rencana detail dan bertanggung jawab yang harus aku tuliskan di study plan. Akhirnya aku mengalami mental break down lagi. Walaupun ga ada tes akademik, beasiswa ini sama aja susahnya, karena essay yang kita tulis itu menetukkan banget kita lulus atau tidak. Dan fakta bahwa saat itu untuk mengisi essay itu pun aku belum bisa. Saat kelas 11 SMA I had literally nothing, karena seperti yang aku bilang di awal aku anak yang ga akhif berkegiatan, cenderung sedikit kaku dalam sosialisasi pada saat itu. Ditambah lagi aku gatau kalau diri ini bisanya apa dan maunya ngapain. Ceritanya mentoklah aku pada saat itu.

Kata orang kuliah di Korea itu susah banget, bener juga sih karena perjuangan buat dapetin kuliahnya aja susah apalagi kalo udah kuliahnya gengsss :’D... Di samping imaginary thoughts about oppa-oppa, aku dituntut untuk menjadi orang yang visioner dan realistis*hmm beradd gaes*. Aku ga mau nyerah untuk beasiswa ini karena ini satu-satu nya beasiswa yang aku ngerasa cukup memadai dan salah satu cara untuk aku bisa menikmati hidup di luar negeri seperti khayalan-khayalan masa kecilku, akhirnya perjalanan ups and downs yang nano-nano banget yang membuat diriku dan hidupku berubah secara signifikan pun dimulai. Perjalanan yang di mulai dari nol. Literally zero. Perubahan diri yang sangat signifikan physically, spiritually, and mentally.

Di kelas 11 aku mulai untuk hidup dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Aku mulai mengikuti lomba-lomba bahasa inggris tapi ga ada satu pun yang menang. Bahasa inggrisku ga sebagus itu, dan aku paling ga bisa kalau harus nulis naskah/tulisan pake bahasa inggris. Grammarku juga sangat kacau. Khawatir? Banget bro sis, pada saat itu ga punya prestasi apapun, ga punya kegiatan apapun di sekolah, lalu mau aku isi apa personal statement-ku? Begitulah aku berpikir pada saat itu. Aku ga tertarik untuk ikut olimpiade eksakta karena aku sama sekali ga menyukai mapel eksak walaupun aku ambil jurusan IPA selama SMA *derita anak salah jurusan>.<*. Di samping nyari-nyari kegiatan dan lomba-lomba untuk mengembangkan diri aku juga masih terus banyak berpikir tentang tujuanku dan apa yang ingin aku lakukan di masa depan. Di sisi lain, aku masih ngerasa ga memadai, ga puas sama diri sendiri, kekhawatiran akan masa depan, juga ketidaktahuan akan diri sendiri dan hidup yang terus menuhin kepala ini membuat aku ngerasa messed up banget dan ga bisa menikmati waktuku pada saat itu. Aku banyak banget merenung dan cenderung overthink sama hal-hal ini. Bener-bener ngerasa hidup yang kalau orang sunda bilang tuh “luntang-lantung” yang artinya kesana kemari terombang ambing tanpa arah dan tujuan.

Saat-saat itu bener-bener banyak banget konflik dalam diri. Hati maunya menggapai mimpi besar itu, tapi keadaan diri pada saat itu sangat jauh dari kata memadai untuk mendapatkan mimpi itu. Tapi, karena aku adalah manusia yang kalo udah pengen sesuatu pasti ngotot harus dapet, akhirnya memutuskan untuk nge-push diriku ke jalan yang dari awal sudah aku prediksi akan sangat panjang dan melelahkan. Bener adanya, walaupun aku udah bersiap untuk apapun yang akan terjadi, ternyata semua tentang hidup ini ga sesimple yang aku kira.

Ini adalah waktu aku menyadari yang namanya lapang dada. Keinginan di hati menggebu-gebu banget pengen ikutan banyak kegiatan, nyari tau banyak hal, ngebet banget pengen dapet pengalaman luar biasa untuk menghiasi personal statementku. Aku sangat semangat dan siap untuk mendapatkan banyak hal, dan banyak mencoba hal baru. Tapi, I got nothing pada saat itu. Aku nanya ke diri sendiri “Lalu aku harus ngapain lagi?” apa yang aku kehendaki ga berjalan baik, ternyata semangat dan kerja keras aja ga cukup buat bisa survive dalam hidup ini. Dari saat ini aku sadar ga peduli seberapa keras dan seberapa rapi aku mengontrol semua hal dalam hidupku, kalau itu bukan timingku dan bukan takdirku aku ga akan dapet apapun. Aku sadar bahwa kontrol penuh akan hidupku sebenernya bukan di tangan aku. Dari sini aku mulai mencoba merubah caraku menjalani hidup dari yang awalnya “earn as much as I could” menjadi “learn as much as I could” dan ini ngebantu banget membuat aku belajar yang namanya lapang dada dalam menerima hidup yang ga selamanya indah ini *hiyahiyaa.

Akhirnya, yang aku lakuin sebagai manusia yang lemah cuman bisa meminta sama Yang Maha Kuasa, jika apa yang aku ingin ini adalah jalanku aku minta Dia ga membiarkan aku untuk berhenti dan menyerah.

Dan Masya Allah, banyak banget hal baik dan luar biasa yang terjadi setelah ini. Hal-hal yang membuat aku mengerti makna hidup *jiahahah* *ini serius gaes*, membuat aku tau kemana tujuanku, dan membuat aku yakin kalau jalan yang aku ambil ini adalah jalan yang bener-bener ingin aku ambil dalam hidup. Yang terjadi di sini bukan hal baik aja kok, banyak banget hal yang bikin nyeshekkkk dihati sampe rasanya mau nafas aja susah, tapi karena seperti yang aku bilang sebelumnya aku ingin banyak belajar tentang hidup ini, akhirnya aku nyoba menjalani dan menerima semuanya dengan hati yang lapang. Aku pun terus mencoba menjadi pribadi yg lebih open dan flexible karena dua hal ini penting banget sih buat aku agar bisa jadi orang yang bisa adjust di segala macam medan kehidupan *hiyahiyaaa*. Dan dari proses ini aku mengerti kalo hidup ini bener-bener kaya puzzle, setiap kejadian tuh kaya punya hint tersendiri yang kalo kita ga aware sama itu, kita kaya semacem kehilangan beberapa bagian buat nyusun portrait diri kita dan jadi bingung sendiri sama apa yang lagi kita susun(jalani). Tapi, kalo kita aware bawaannya pengen senyum-senyum sendiri gitu, ternyata rencana Allah itu bener-bener indah bangetttttttt nget nget nget deh, ngerasa malu aja dulu suka ngedumel kalo sekalinya dapet kejadian pahit.

Oke, kalau kalian udah baca tulisan aku yang sebelumnya, aku ngambil SNMPTN di Hubungan Internasional UNPAD,  ini lintas jurusan dan tanpa menunggu hasilnya pun semua orang sudah tahu akan bagaimanana nasib SNMPTN-ku wkwkwkwk. Aku ga ikut tes PTN/PTS apapun di Indonesia. Yang aku lakuin pada saat orang-orang sibuk ngurusin pendaftaraan kuliah adalah meditasi *diriku butuh ketenangan jiwa wkwkwk* dan belajar bahasa inggris karena bahasa inggrisku masih luar biasa ambyar.

Setelah selesai periode belajar bahasa inggris akirnya aku ngambil tes IELTS di bulan Agustus. Nah, setelah tes ini beres aku mulai nyusun dokumen untuk pendaftaran KGSP di bulan September. Banyak banget cerita di proses nyusun dokumen ini. Sebagai starting point nyusun dokumen, aku baru punya proficiency TOPIK dan IELTS, dan beberapa sertifikat kegiatanku waktu di SMA. Hal pertama yang aku kerjain adalah nerjemahin dokumen (rapor, ijazah, akta dan kk). Pada saat itu aku kurang ngerti maksud dari dokumen dengan “Notarized Transtlation” tuh harus dibegimanain. Akhirnya, aku memutuskan buat nelfon embassy. Dan mba-mba nya bilang “Pokonya dokumen yang ditranslate itu terserah mau sworn translator atau bukan tapi yang jelas HARUS di cap basah notaris”. Ngakaknya aku gaes, pada saat itu aku gatau notaris tuh yang bentukkannya kaya begimana. Pokoknya yang aku tau notaris tuh berhubungan sama jual menjual tanah aja wkwkwk *maapkan kebodohanku ini ya Allah 

Setelah berpikir keras menemukan sosok notaris, singkat cerita akhirnya guru aku punya kenalan notaris dan akhirnya aku legalisir dokumenku di bapa notaris itu. Tapi gaes, perjalanan bertemu si bapa notaris tidak semudah itu. Aku kan tinggal di Lembang, nah bapa notarisnya ini ada di daerah Bojong Soang. Yang orang Bandung pasti tau betapa jauhnya dari Lembang ke Bojong Soang, perjalanan dari ujung Bandung ke ujung Bandung yang lain. Saat itu, aku rencana pergi ketemu bapa notaris tapi bodohnya diriku, aku ga nelfon dulu si bapa nya. Di siang hari yang terik banget nget nget dan udah sedikit lagi sampe lokasi, hati aku ngerasa ga enak aja gitu gaes gatau kenapa, akhirnya aku memutuskan buat nge-WA beliau kalau aku mau datang ke kantornya hari ini, lalu beliau bilang “Maaf saya ga ada di kantor hari ini, saya lagi di nikahan di Banten. Besok aja ya” *JLEBBBB!!! Saking nyeseknya akhirnya cuman bisa mengelus dada sambil senderan di teras masjid :’D. Gimana lagi akhirnya aku balik lagi ke rumah, dan fyi nih ya karena saking teriknya hari itu dan aku pake flat shoes tanpa kaos kaki, kakiku sampe belang banget dan belangnya masih keliatan sampe hari ini aku nulis cerita ini. Sisa-sisa perjuangan banget khaaan :’). Mirisnya, aku harus mengulangi perjalanan ini untuk kedua kalinya keesokkan harinya. Berkaca dari kejadian sebelumnya, akhirnya pada hari itu aku memutuskan pake sepatu wkwkwkw…. Singkat cerita beres sudah urusan per-notaris-an ini.

Selanjutnya adalah nyusun personal statement dan study plan yang mana paling menguji kesabaran dan kekuatan jiwa raga HUAHAHAHA. Karena otakku mentok pada saat itu, akhirnya essayku mengambang tidak jelas *karena menulis mereka tidak semudah ini huaaa*. Pengumuman pembukaan beasiswa kali ini cukup ngaret. Biasanya September awal udah di buka tapi pada saat itu belum juga di buka padahal udah tanggal 6. Sempet cemas apa jangan-jangan beasiswanya ga ada buat tahun ini *parno mode on*. Akhirnya setelah menunggu-nunggu, pada tanggal 10 September 2019, pendaftaran beasiswa GKS/KGSP-U 2020 resmi di buka dengan kuota Indonesia untuk embassy track sebanyak 5 orang.

Pada saat itu, study plan-ku hampir beres. Rencananya aku apply ke Korea University, Hanyang, dan Kyung Hee dengan major International Studies (IS). Tapi, ketika aku liat di "University and Department list" yg di rilis NIIED, jurusan International Studies di Hanyang dan Kyung Hee ga ada di list itu. Auto cemaslah aku karena itu berarti aku ga bisa apply ke sana. Padahal udah mau beres dooong itu si study plan yang aku susun dengan segenap darah, keringat dan air mata. Pokonya di situ aku bener-bener broken heart bgt sih parah:'). Karena penasaran, aku ngirim e-mail ke Hanyang dan Kyung Hee untuk konfirmasi masalah ini. Kemudian mereka bilang memang bener kalau major International Studies di univ mereka tidak menerima siswa dari KGSP *JLEB moment pt.2*.  Yah, di situlah aku bingung... jurusan apa yg harus aku ambil dan di univ mana aja karena aku udah bener-bener into bgt deh sama jurusan IS di univ-univ itu.. 

Akhirnya, dengan kemepetan luar biasa, otakku mulai bekerja karena aku harus tetep apply beasiswa ini apapun yang terjadi *semangat 45 gengs XD*. Awalnya kan aku juga ingin masuk jurusan HI nih, cuman gara-gara riset lebih dalem *jiah riset dong bahasanya huahaha XD*, aku ngerasa lebih prefer ke major International Studies. Akhirnya, aku memikirkan kembali untuk ngambil major International Relations(IR). Dan setelah berbagai macam pertimbangan dengan tengok-tengok website beberapa univ untuk major IR tersebut. At the end of the day, aku memutuskan apply ke SNU dan Kyung Hee untuk major di International Relations (IR)

Dengan segenap kekuatan yang tersisa, mulailah aku  nyusun lagi si study planku yang literally aku rombak semua:') *poor me*. Tapi, Alhamdulillah dengan "the power of kepepet" akhirnya berhasil beresin semua yang dibutuhkan untuk pendaftaran di satu minggu terakhir sebelum deadline pendaftaran. 

Pada saat itu, aku mau ngirim dokumen ke kedubes Korea pakai POS. Nah, datanglah aku ke kantor POS Lembang jam setengah 4 Sore. Dan ternyata kantor POS-nya udah tutup, baru di tutup banget karena petugasnya masih pada duduk di dalem. Karena rumahku yang jauh dan kemageran diri ini buat balik lagi besoknya, aku memohon ke si mas-mas kantor POS buat nginput paketku hari itu, tapi usahaku sia-sia, masnya tetep bilang ga bisa dan aku disuruh balik lagi besok *JLEB Moment pt.3* :’).

Akhirnya aku ngirimin berkasku dengan servis yang sehari nyampe. Daaaaan di sinilah drama menunggu yang panjang nan mendebarkan pun di mulai. Drama menunggu yang bikin setiap hariku rasanya kaya lagi PMS aja karena saking ga karuannya perasaan ini, diriku jadi sangat sensitif wkwkwkwk XD


1st ROUND; Seleksi Dokumen oleh Kedubes Korea dan Interview

Setelah penutupan pendaftaran pada tanggal 30 September, Kedubes akan melakukan seleksi, kemudian menjadwalkan interview di akhir bulan Oktober. Masa-masa menunggu pengumuan tuh bener-bener ga bisa diekspresikan. Hari ke hari rasanya lama banget, sampe ketika udah mulai pertengahan Oktober tuh aku jadi kaya yang frequently nge-cek hp berharap ada telfon masuk dari Kedubes. Tapi, telfon dari kedubes tak kunjung datang dan pengumuman pun tak kunjung rilis. Entah kenapa tiba-tiba jadi mellow dan sensitif aja saat-saat itu tuh, udah ngerasa kaya mungkin aku ga akan lulus kali yaa *pasrah mode on*. Jadi, aku udah menyiapkan hati untuk kemungkinan buruk itu. Walaupun nyatanya ga siap juga kalo ga lulus XD. Aku jarang banget buka e-mail, tapi tiba-tiba malem-malem tanggal 18 Oktober 2019 tuh kaya pengen aja buka e-mail gatau kenapa, eh pas buka inbox ada email yang subjectnya “[Korean Embassy] 2020 KGSP”. Langsung dengan segercep mungkin aku buka dan pas baca emailnya ada tulisan “CONGRATULATIONS!!” jantung aku ga ngalem banget sampe akhirnya aku teriak dan ketawa-letawa sendiri yang dimana saat itu sekitar setengah 9 malem dan di kampung aku udah sepi banget sampe mamah dan bapaku yang udah mau tidur terkejut dan terheran-heran. Maklum ya gaes saking hepi nya, padahal baru lulus seleksi dokumen doang *dasar aku :’)*.. Akhirnya aku ga bisa tidur malem itu karena jantungku ga bisa diajak kompromi huahahahaa. Jadi, email tadi itu isinya panggilan interview untuk 15 orang yang terseleksi dari 346 pendaftar pada saat itu. Dan dari 15 orang itu hanya 5 orang yang akan lulus. Untuk cerita lengkap interviewnya, bisa dicek di sini.


Long story short, aku ngerasa kurang maksimal selama interview membuat aku gundah gulana dan bener-bener ga excited nungguin pengumuman hasil interview karena ya begitulah *pasrah mode on pt.2*. Banyak orang-orang hebat yang aku temui waktu interview dan mengingat gimana aku saat interview membuat aku ga banyak berharap untuk kedepannya. Interview hari rabu dan mba kedubes bilang hasilnya diumumin hari jum’at. Tapi ternyata di hari jum’at ga ada pengumuman apapun. Akhrinya, hari senin tanggal 4 November 2019, ada notifikasi di grup kalau mereka udah pada nerima hasil interview. Aku yang pada saat itu lagi nunggu antrian di pendaftaran rumah sakit buat ditambal gigi, langsung buka email dan pas di buka tuh DEG!!!---------“CONGRATULATIONS!! You have passed the interview round for 2020 KGSP Undergraduate Degree Program”, *Speechless* betapa kagetnya aku sampe tangan gemeter *ini ga boong gaes serius tremor parah* dan reflek sedikit teriak sambil meluk mamah yang duduk di pinggir aku pada saat itu. Alhasil orang-orang pada ngeliatin dengan tatapan penuh tanya. Tapi, yaudahlah ya gimana lagi dong namanya juga seneng banget nget nget ngeeeeet, udah hopeless banget eh tiba-tiba dapet kejutan tak terduga kaya gitu siapa yang ga kaget coba gaes:’). For me it’s like a miracle banget deh pokonya.
Ini dia penampakan email yang make my heart skip a beat huahahaha


2nd ROUND; Seleksi oleh NIIED

Walaupun liat tahun-tahun sebelumnya kalau udah lulus dari embassy, tahap selanjutnya tuh lancar-lancar aja. Tapi, tetep aja pada saat itu aku masih deg-degan walaupun ga se deg-degan kaya 1st round. Dan lagi, pengumuman NIIED ini pun ngaret 5 hari dari yang dijadwalkan. Hasil 2nd round ini diumumkan pada tanggal 22 November 2019 di website www.studyinkorea.go.kr. Alhamdulilah lagi, I passed the 2nd round. Setelah itu, kandidat yang lulus diminta untuk melakukan medical check up dan mengirimkan fotocopy passport ke NIIED. Waktu itu, aku MCU di RS Advent Bandung. Untuk MCU nya sendiri ada pengambilan sampel urin, feses, dan chest x-ray. Hasilnya keluar H+1 setelah aku menjalani serangkaian tesnya dikarenakan Chest X-ray resultnya pake bahasa Inggris.  Lalu, hasil MCU itu dikirim ke NIIED untuk proses seleksi universitas.


3rd ROUND; University Admission

Untuk KGSP ini kita boleh milih 3 universitas. Aku apply di Korea University (International studies), Seoul National University (International Relatios), dan Kyung Hee University (International Relations). Pada awal bulan Desember, ketiga univ ini ngirim email yang isinya ngasih tau kalo mereka udah nerima berkas aku dan nyuruh aku untuk konfirmasi major yang aku ambil. Waktu baca email mereka tuh sempet mikir kaya “Woaah akhirnya berkas-berkas yang aku susun dengan segenap darah, keringat, dan air mata akhirnya sampe juga di Koriyaa sana huaaa” seketika menjadi terharu biru karena ngeliat univ-univ yang ngirim email ke aku tuh adalah univ-univ yang beberapa tahun terakhir sering aku liatin fotonya dan logonya aku tempel di mana mana :’D

Sejujurnya tahap ini tuh cukup menegangkan juga buat aku karena takut ga lulus di ketiganya. Tiba saatnya hari pengumuman dari universitas. Tanggal 19 Desember 2019 siang hari, aku dapet email dari Korea University dan Kyung Hee University yang menyatakan kalau aku diterima. Lega sudah diriku karena yang aku sebenernya dambakan banget adalah major yang aku ambil di KU itu wkwkwkwk. Lalu, besoknya SNU ngirim email yang isinya adalah pemberitahuan bahwa aku tidak lulus *JLEB Moment pt.4*. Sepertinya aku dan SNU memang tidak berjodoh ya gengs huahahaha.
Dan at the end of the day, aku memilih Korea University, which is my dream univ huhuhuhuuu *cry*. 

Ini dia email-email university admission result:

Admission Result from KU

Admission result from Kyung Hee University

Admission result from SNU


Pada tangal 9 Januari 2020, NIIED merilis pengumuman final result di website studyinkorea. Karena aku belum fasih bahasa Korea, jadi aku wajib mengikuti program bahasa Korea selama setahun. Korean Language Institute aku adalah Silla Universiy di Busan. Lalu, setelah menyelesaikan kewajibanku belajar Bahasa Korea, aku akan pindah ke Seoul untuk program Bachelor Degree (S1) di Korea University.

Kemudian, tanggal 15 Januari 2020, NIIED ngirim Letter of Invitation lewat e-mail. Feel surreal banget sih pas akhirnya aku dapet invitation resmi ini. Ceritanya, dulu aku baca cerita seorang grantee KGSP dan dia ngedit invitation orang lain dan pada akhirnya dia berhasil dapet invitation punya dia sendiri. Aku ikutilah cara dia ini dengan harapan nasibku bisa kaya dia ใ…‹ใ…‹ใ…‹ใ…‹. Aku ngedit invitation punya dia dengan namaku terus aku print dan aku gantung di meja belajar sebagai motivasi dan biar inget buat ngedoa tiap kali liat itu. Ini dia penampakkan Letter of Invitation Edited vs Official.

Edited Ver

FINALLY!! OFFICIAL VER ^O^

Setelah itu, aku ngurus visa di Korea Visa Application Center (KVAC) yang ada di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan. Setelah visa keluar dan flight ticket sudah dikirim, aku hanya tinggal menikmati waktu-waktu bersama keluarga, teman, dan terutama sama kasurku tercinta wkwkwkwk.

Intinya, aku bersyukur banget punya mimpi ini. Karena perjalanan menuju mimpi ini membuat aku bisa menemukan lebih banyak hidden spot dalam diri aku. Berhasilnya aku menjadi grantee GKS/KGSP 2020 adalah pencapaian luar biasa untukku karena dia sudah jadi my ultimate target dari beberapa tahun lalu. Tapi, mampunya aku untuk bisa lebih mengenal diri dan hidup ini dengan lebih baik melalui perjalanan yang aku dapat adalah sesuatu yang lebih luar biasa dan sangat aku syukuri lebih dari apapun. *terimakasih KGSP hiyahiyaa XD

Banyak malam yang aku habiskan buat ngelamun dan tanpa sadar I shed my tears karena sebegitu takutnya aku sama masa depanku yang sangat blurry pada saat itu. Pernah mau berhenti aja karena rasanya aku emang ga memadai untuk sesuatu yang besar itu. Tapi, ketika look back dan liat seberapa jauh aku udah berjalan, aku ga mau runaway dari konsekuensi keputusan yang aku ambil saat aku mulai berjalan di jalan ini. Ternyata, keinginan aku untuk mewujudkan My ideal future life itu masih lebih kuat dari rasa ingin berenti saat itu. Dan di sini aku paham kalau tujuan itu adalah sesuatu yang akan terus membuat kita keep going apapun yang terjadi. 

Yang aku tau pasti dari perjalanan ini adalah bahwa hidup ini adalah tentang penerimaan. Seperti yang aku bilang di ceritaku di atas kalau hidup ini bener-bener kaya puzzle. Semua kejadian baik atau buruk sebenarnya punya hint tersendiri yang akan membawa kita ke tempat di mana seharusnya kita berada. Semakin banyak yang bisa kita terima, maka kita akan semakin aware dengan hints itu. Hal yang membahagiakan ketika semua hint itu mulai terasa nyambung satu sama lain. Aku ngerasa bahwa hidup ku ini worth to be lived. Dan aku harap kalian bisa ngerasain hal ini juga suatu saat nanti. 

Mungkin bagi sebagian orang di luar sana *termasuk aku* beasiswa ini keliatan kaya up high in the sky. Tapi setinggi apapun itu, Tuhan kita masih jauh lebih tinggi. Gapapa untuk kamu yang masih merasa kecil saat kamu memulai langkah, karena jalan yang terhampar di depan kamu yang akan membuat kamu jadi sosok yang berbeda dari kamu hari ini. If you want it, then believe it with all of your heart, and whatever happens hold it in your arms tightly, never let anyrhing loosen your grip. Run as fast as you can, if you're tired just walk as far as you can, if you stumble, then crawl. Just,  Don't Stop. That's how a dream would work. 

Yang aku tau adalah ketika kita udah meyakini sesuatu, tantangan untuk nguji keyakinan dan komitmen kita untuk apa yang kita yakini itu akan selalu datang. Dan aku yakin, semua orang mengalami hal yang sama saat mereka punya keyakinan untuk mimpi mereka. So, Don't be in a rush, don't force, because when it comes to your time, it'll be yours and never be somebody else's. Live in the moment and set yourself free from all of insecurities dan unworthly feeling, and focus on transforming yourself to become someone you want to see in the future. 
Most importantly, pray along with hard work would yield an absolutely perfect outcomes. So, you should make those things balance.  

Semoga ceritaku ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca ini. Dan Good luck bagi yang akan apply beasiswa GKS ini!


Comments

  1. Sukses terus kaa!!! semoga aku bisa ngikutin jejak kaka hehe btw sama sama ingin HI dan gapernah akur sama yg namanya matematika hehe๐Ÿ˜๐Ÿ’ช thanks ya ka♥ semoga kita akan jadi teman baik๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. thanks yaaa!!
      goodluck yaaa!! semangat! let's meet someday๐Ÿ˜

      Delete
  2. Omg orang Lembang, Semangat!!, semoga aku bisa nyusul next year

    ReplyDelete
  3. kok gue nangiss huhu
    Teringat masa-masa lu nitip motor :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. good old days sihh hahahaa. hari" oenuh darah keringat air mata wkkwkw.. thanks for being apart of it love ๐Ÿ˜

      Delete
  4. Such a great story ka! I think we have so much in common. Aku udah lama ngincar beasiswa ini dengan major yang sama dengan kakak. I directly search your ig account setelah aku liat di final succesful candidates list kalo kakak diterima di universitas dan major yang emang sama banget sama mimpiku๐Ÿฅบ. Now let me adore you as my role model. Sukses studinya ka, Best wishes and hopes for you♡

    ReplyDelete
    Replies
    1. omgggg hahhahaa what a coincidence... semangat terus yaa!! good luck for your endeavor ๐Ÿ˜

      Delete
  5. Mata ku ngembeng dongg baca ini :')

    ReplyDelete
  6. selamat ka dan sukses terus kedepannya!! seneng banget baca cerita perjalanan kakak

    ReplyDelete
  7. Sama kaya aku ka, ngerasa hidup ini gaada arahnya banget wkwk.. boleh minta kontak kaka? Ig, twitter atau semacamnya? Aku mau tanya2 soal kgsp ka

    ReplyDelete
    Replies
    1. it's okay kalao ngerasa kaya gitu.. karena emang pasti ada masanya kita yang masih remaja ini ngerasa kaya gituu... just accept it and let the feelings flow okaaay ❤️
      halloo. boleh yaaa... ig aku di @tineuineu

      Delete
  8. Ah semoga aku bisa nyusul tahun depan... Aamiin

    ReplyDelete
  9. I'm so touched when I read your story, Kak. Kebetulan juga aku pingin major IS... Selamat dan sukses ya Kak!!! Hopefully we can meet in 2022 as a fellow GKS-U Grantee!!!! ํ™”์ดํŒ…!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooh thanks for reading๐Ÿ˜
      aamiin.. good luck yaaa!

      Delete
  10. HUAAA motivasi banget ini sih
    apalagi major yang kakak pilih itu sama kayak major impianku<3
    Aku lagi berjuang memperkecil peluangku ga keterima di gks kak tapi yang suka bikin down itu pas baca science major lebih diutamain. Sedangkan, aku anak social huhuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggaa kooo. don't be discourage karena salah satu ketentuan itu... buktinya kan aku juga pass. just try it. Semangat terus yaa!❤️

      Delete
  11. Ka aku mau tanya, soal letter recomendation itu harus tulisan perekomen atau template?? Aku masih bingung soalnya. Dan untuk berkas yang di translate, kamu translate sendiri kah atau sworn translator??

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh tulisan dari yang ngasih rekomendasi, boleh juga langsung pake templatenya.
      aku dulu pake sworn translator

      Delete
  12. Ka, mau tanya cara liat jurusan yang kita mau ada atau engga di NIIED gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kok di file yang diupload niied barengan sama guideline beasiswanya di website studyinkorea

      Delete
  13. Thanks for sharing! Semoga aku bisa nyusul kuliah di KU! Aamiin. Sukses kak Tineu^^

    ReplyDelete
  14. sampai mau mewek aku pas nebacanya ^_^

    ReplyDelete
  15. Replies
    1. aku download buku Cambridge IELTS yg buat latihan" soal gitu... aku kerjain aja semua soal" yang ada disitu sampe sebelum hari ujian.

      Delete
  16. kak, dlu kursus bahasa inggris dimana dan cara belajar ielts nya gimana?

    ReplyDelete
  17. Kak tineu!! Keren bangettt huaa aku terharuuu, sehat2 terus kak, semangatt belajarnyaa insyaAllah aku nyusul awal taun depann, Aamiin ya Allah

    ReplyDelete
  18. Kak tineu!! Keren bangettt huaa aku terharuuu, sehat2 terus kak, semangatt belajarnyaa insyaAllah aku nyusul awal taun depann, Aamiin ya Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiinn.. thanks for reading! good luck ya!๐Ÿ˜

      Delete
  19. Sampe nangis bacanya, semoga bisa keterima GKS juga kaya kk, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaampuunn... aaamiinn..
      thanks for reading yaa!๐Ÿ˜

      Delete
  20. lagi dan lagi, nangis baca cerita kakak. do'a in ya kak, insyaallah mau ngambil juga entah untuk keberangkatan 2022 atau 2023, soalnya masih bingung banget lanjut di luar ato di dalam negeri.. semangat menyelesaikan studinya buat ka tineu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaish banyak untuk supportnya!:) aaamiin.. semangat terus yaaa!

      Delete
  21. hai kak tineu! jujur, aku suka banget baca pengalamannya kakak. berasa kayak naik roller-coaster deh wkwkkw. terima kasih banyak karena sudah berkenan buat share pengalamannya. semangat terus ya kak! hopefully aku bisa keterima GKS dan kuliah disana kayak kakak juga, aminn. all the best for you kak tineu...

    ReplyDelete
  22. hai kaakk, aku barusan bacaaa dgn niat hati pengen cari inspirasi dan informasi tentang si KGSP ini, krn aku pengen bangeedddd daftar besiswa inii, daann amazed bgt sama ceritanya, INI SERIUUSS AKU SEMPET NANGIS JUGAA PAS BACAAA.... jujur cerita kakak waktu SMA juga banyak ke-relate-an sama cerita akuu di masa SMA inii...Tapi aku masih bingung mau beneran nyoba beasiswa ini atau engga, tapi bismillah semoga beneran nyoba dan bisa keterima sih, Aamiin. Btw makasih udah sharing kak, dan semoga sukses terus, Aamiin.

    ReplyDelete
  23. Wahhh congratulations ya kak, jujur yaa aku ikut seneng bacanya sampe nangis juga loh wkwk
    Semoga kesuksesan kakak lolos di GKS bisa nular juga ke aku aamiin..
    Aku juga pengen ikut GKS di tahun 2021 bismillahirrahmanirrahim semoga nanti aku lolos juga dan bisa nyusul kakak di sana aamiin..
    Terima kasih atas sharing2 cerita nya ya kak sangat menginspirasi..sukses selalu buat kakak๐Ÿ˜Š❣️

    ReplyDelete
  24. Aaah terharu bangeet bacanya ๐Ÿฅบ tentunya ikut seneng juga dan termotivasi ๐Ÿ˜‡ semoga aku pun bisa lebih mengenal diri aku dan tetap semangaat☺️ Doakan aku ka, semoga aku juga bisa keterima GKS inii seperti kaka aamiin. Terima kasiih banyaak ka, suskses selalu ๐Ÿค✨

    ReplyDelete
  25. Halo kak, terima kasih untuk cerita yang bener-bener tulus dan indah bangett. cerita awardee pertama yang bikin aku nangis dari banyak blog awardee yang pernah aku baca selama ini!! terima kasih untuk kata-kata penyemangatnya kak, it gives me warmth. barakallah ya kak, sukses untuk studinyaa, semoga aku bisa nyusul kakak jadi awardee gks tahun ini aamiin.

    ReplyDelete
  26. Hi kaaa! Glad to see ur story! Is there any contact that l can contact you? Would u mind kl mau bimbingan beasiswa sm kakak? Seriously bener2 pengen masuk KU jurusan hi jg kaa :( ditunggu balesannyaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. feel free bat DM aku di instagran @tineuineu yaa :)

      Delete
  27. Congratulations kk.
    Kk maunanya kak,kalo pas wawancara tuh pertanyaan seputar apa saja sih☺️
    Di tunggu jawabannya yah kk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pertanyaan wawancara bisa kmau liat di tulisan sebelum ini yaa.. judulnya "ceirta interview"... seinget aku dulu aku wawancara 30-45 menitan deh yaa kalo ga salah :)

      Delete
  28. Teh alumni smp 1 bukan sih, temennya teh Najwa bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, aku alumni SMP 1 Lembang temennya Najwa juga wkwkkw :D

      Delete
  29. bacanya sambil nangis T_T , to my self heii ayooo semangattt belajar , jan males malesan muluuuuuu . ya ampun kakak makasi yaaa udah sharing heheehh , Saranghaeeeeeeeeee

    ReplyDelete
  30. baca ini rasanya mau nangis Kak.. bener kebayang gimana perjuangan buat dapetin beasiswa.. THAN YOUU SO MUCH KAKKKKKKKK!!!!!!
    And semangat buat kita semua yang sudah meluangkan waktunya busat baca cerita indah nan nano-nano ini!!
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much for reading too!:) semangat terus juga yaa buat kamuuu ๐Ÿ’œ

      Delete
  31. hi kakk cerita ini bener bener bikin aku jd makin ter-motivated buat kuliah di sanaa!! oh iya aku mau tanya ini semoga dijawab yah, jadi sma di indo kan lulusnya sekitaran bulan mei atau bulan apa gitu pokoknya lebih dari bulan maret kan, nah tapi di persyaratan itu maksimalnya bulan maret, jadi kakak kaya gapyear gitu atau gimana ya? aku bingung bgt harus gimana pdhl pengen banget ambil beasiswa ini ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! aku dulu daftra GKS ini setelah dapet ijazah dari sekolah... jadi aku wisuda di buan Juni kalo ga salah.. dan habis itu daftar GKS di bulan September... ALu saranin kamu untuk daftar di bulan september di tahun kamu lulus dari SMA :)

      Delete
  32. Hi Ka Tineu ๐Ÿ’œ, Actually udah lama banget (sejak kemunculan Ka Tineu di vlog Ka Rihel) aku pengen baca blog Kaka but I'm sorry hari ini baru sempet baca. Terimakasih banyak Ka udah share cerita perjalanan hebatnya๐Ÿ™. If you know that I cried a lot (cuz, I feel proud of you๐Ÿค—) while reading this blog (seriously). Tulisan ini meaningful buat aku, bener-bener ter-motivate. Always successful and healthy, ILY Ka๐Ÿ’œ. I hope we can meet soon๐Ÿซ‚.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo! :) makasih banyak udah sempetin mampir di blog aku ini hihihiii... aku juga ikut seneng dengernya kalo kamu menemukan semangat lagi dan termotivasi lagi setelah baca cerita ini.. semangat terus yaa.. semoga kamu sukses menggapai semua cita-cita kamu๐Ÿ’œ would love to meet you in Korea someday:)

      Delete
  33. Keren..masih muda udah dewasa bgt pikirannya. Sukses selaluu Neeeng.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Guide to GKS/KGSP-U

๋ถ€์‚ฐ ์ƒํ™œ