Cerita 2020 GKS/KGSP-U
Cerita
Perjalanan Mendapatkan Beasiswa 2020 Global Korea Scholarship (GKS) for Undergraduate Degree (Embassy Track)
Di tulisan kali ini aku mau berbagi cerita. Sebuah perjalanan bak roller coaster yang aku lewati hingga akhirnya aku berhasil menjadi grantee GKS/KGSP-U 2020. Ini akan sangat panjang bangeeeet, semoga jempol kalian kuat ya untuk terus nge-scroll cerita yang panjang menjuntai ini sampe tamat :'D. Cerita ini adalah cerita dari seorang anak desa yang dulunya cuman bisa mimpi dan mengkhayal untuk bisa kuliah keluar negeri di World Top 100 Universities dengan gratis. So, here is my story. Enjoy reading everyone~~
Oke, pertama-tama perkenalan dulu ya
guys. Beasiswa GKS (Global Korea Scholarship) yang akrab disebut beasiswa KGSP
(Korean Government Scholarship Program) adalah beasiswa full-funded yang
diberikan langsung oleh NIIED yaitu branch dari Korean Ministry of Education.
Beasiswa ini meliputi biaya kuliah selama 4 tahun, biaya kursus bahasa Korea
selama 1 tahun, asuransi kesehatan, tiket pesawat, pembuatan visa, dan uang
saku bulanan. Beasiswa ini diperuntukkan bagi 3 jenjang pendidikan, yaitu:
Undergraduate Degree (S1), Associate Degree (D3), dan Graduate Degree (S2/S3).
Untuk program Undergraduate dan Associate Degree, pendaftaran di buka pada
bulan September setiap tahunya. Sedangkan untuk program Graduate Degree,
perndaftaran dibuka pada bulan Februari.
Ceritaku di mulai di kelas 10 SMA.
Aku ngerasa kalau hidup aku tuh datar-datar aja. Saat itu, aku itu anak yang
pendiem bahkan keberadaan aku di kelas ga terlalu ter-notice *so sad*. Duduk di bangku paling
belakang dan most of the day aku dengerin lagu pake headset dari hp cinitnit
a.k.a hp jadul karena sekolahku ga ngizinin bawa smartphone ke lingkungan sekolah
*jangan ditiru ya gaes*. Aku ngerasa
bener-bener jenuh sama rutinitas sekolah, dan runititas hidup di asrama. Kejenuhan
ini membawa aku berpikir tentang hal-hal kaya gini:
“Perasaan hidup aku gabut bener deh, jenuh banget, ga pengen hidup kaya gini."
“Terus aku mau hidup yang kaya gimana sih?"
“Aku sebenernya mau ngelakuin apa dalam hidupku?"
“Apa sih yang aku cari?"
“Mau aku bawa kemana diri ini?”
“Perasaan hidup aku gabut bener deh, jenuh banget, ga pengen hidup kaya gini."
“Terus aku mau hidup yang kaya gimana sih?"
“Aku sebenernya mau ngelakuin apa dalam hidupku?"
“Apa sih yang aku cari?"
“Mau aku bawa kemana diri ini?”
Mungkin
pertanyaan-pertanyaan itu pernah melintas dibenak kalian juga. Keliatannya sih
biasa aja, tapi bagi aku mereka bukan pertanyaan biasa. Sejak saat aku mulai
berpikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, hidupku berubah 180”.
Aku
mulai banyak berpikir tentang masa depan. Habis lulus aku mau ngapain, dan mau
melanjutkan hidup seperti apa. Mulailah aku nyari-nyari universitas dan
mengenal jurusan-jurusan kuliah. Pada saat itu profesi dan jurusan kuliah
bercampur aduk di kepalaku. Pengen kuliah kedokteran, teknik, HI, bahkan bisnis
pernah melintas di kepala ini. Biasalah anak remaja, masih labil gaes wkwkwk.
Nah
kan dari jaman SD tuh aku seneng banget dengerin lagu bahasa Inggris, inget
banget dulu sering banget dengerin lagu-lagunya nya si mba Rihanna Shine bright
like a diamond *auto nyanyi* dan suka
nulis-nulis lirik lagunya segimana kedenger sama telinga karena dulu ga ngerti
gimana caranya pake google buat nyari lirik yang sebenernya:’). Lalu waktu itu
aku buka lagi tuh binder jaman SDku dan liat tulisan lirik lagunya, beuhh
spellingnnya ambyar total guys HAHAHA. Oke skip *kenapa jadi curcol gini yak*.
Jadi, aku manusianya seneng banget berkhayal *bukan halu ya, emang beda tipis sih heuheu :’D*, dari jaman SD aku suka ngekhayal kalo tinggal di daerah yang jauh dari rumahku gimana yaaa.. hmm pasti asik banget deh karena guys fyi aja nih aku ini berasal dari sebuah desa a.k.a kampung di daerah Lembang. Rumahku jauh dari pusat Lembang, kalian bisa bayangin deh gimana sebuah desa yang kalo kalian jalan di jalan utama desa tuh, sebelah jalan tuh kebun sayuran terhampar luas lengkap dengan hutan, bukit, dan gunungnya. Sejuk sih iya sejuk tapi tidak jarang aku merasa rumahku ini sedikit pelosok karena mau ke indomaret aja jauhnya subhanallah :’).
Jadi, aku manusianya seneng banget berkhayal *bukan halu ya, emang beda tipis sih heuheu :’D*, dari jaman SD aku suka ngekhayal kalo tinggal di daerah yang jauh dari rumahku gimana yaaa.. hmm pasti asik banget deh karena guys fyi aja nih aku ini berasal dari sebuah desa a.k.a kampung di daerah Lembang. Rumahku jauh dari pusat Lembang, kalian bisa bayangin deh gimana sebuah desa yang kalo kalian jalan di jalan utama desa tuh, sebelah jalan tuh kebun sayuran terhampar luas lengkap dengan hutan, bukit, dan gunungnya. Sejuk sih iya sejuk tapi tidak jarang aku merasa rumahku ini sedikit pelosok karena mau ke indomaret aja jauhnya subhanallah :’).
Kembali
ke cerita nyari kuliah. Nah, jadi gara-gara ga mau hidup di tempatku tinggal
terus dan kebanyakan denger lagu berbahasa Inggris yang menjadi bibit-bibit
tumbuhnya imaginasi tentang ideal future life-ku, akhirnya aku punya keinginan
untuk mengeksplor bumi yang sudah Tuhan ciptakan ini. Tapi, gimana caranya? Di
sinilah otakku mulai bekerja.
Aku
mulai browsing tentang kuliah di luar negeri karena hanya ini cara yang masuk
akal untuk aku bisa menikmati hidup di luar negeri. Dan ternyata biayanya luar
biasa mahaaaal gaes. Lalu akhirnya aku nyari-nyari scholarship. Aku pengen
banget bisa sekolah di English speaking country, cuman sedikit banget yang
ngasih beasiswa penuh dan udah ngecover biaya hidup. Karena kondisi finansialku
memang kurang kuat untuk support biaya hidup sekali pun, akhirnya aku putuskan
untuk nyari beasiswa yang full-funded. Ada beberapa negara di Asia yang
menawarkan beasiswa full-funded ini, cuman aku tertarik sama 2 beasiswa yaitu
MEXT Jepang, dan KGSP Korea.
Aku
suka nonton serial anime dan K-drama, jadi aku lumayan familiar dengan kedua
negara itu. Awalnya pengen banget kuliah di jepang, cuman ketika ngeliat
tes-tes yang harus dilewati, aku sedikit ragu sama diri sendiri. Kenapa? Karena
untuk seleksi beasiswa ini tuh ada tes MATEMATIKA nya, dan aku adalah jenis manusia yang ga pernah
bisa hidup rukun sama si matematika ini heuheuheu. Aku coba liat-liat soal
matematika nya dan otakku ga nyampe :’D, feel so stupid that time. Akhirnya,
aku mengeliminasi khayalanku untuk kuliah di jepang. Aku lebih memilih megambil jalan yang I could
do the best with what I have and with what I love to do. Matematika adalah
sesuatu yang ga aku suka and I can’t deny to it or even push myself to finally
able to conquer it because I know I won’t be the best of me even sampe
berdarah-darah sekali pun. So, akhirnya satu beasiswa yang aku ngerasa “kayanya
aku bisa nih memenuhi kulifikasinya” adalah beasiswa KGSP Korea.
Di
akhir kelas 10 SMA mulailah aku mencari-cari info lebih banyak tentang beasiswa
ini, persyaratan, ketentuan, bahkan cerita-cerita grantee tahun-tahun
sebelumnya. Aku ngerasa cukup bahagia karena beasiswa ini ga ngadain tes akademik
terutama tes matematika. Eitsss taaaaapi…. ketika aku buka application form,
ada 2 buah essay yaitu Personal Statement dan Study Plan yang harus di tulis
untuk daftar beasiswa ini. Memang sih setiap beasiswa biasanya mewajibkan 2
essay ini. Setelah aku baca-baca lagi ada beberapa informasi yang mereka minta
untuk ditulis di dalamnya contohnya seperti Kenapa Korea, kenapa milih beasiswa
ini, awards, kegiatan-kegiatanku, pengalaman-pengalamanku, kenapa milih univ
dan jurusan A/B/C, rencana studi selama 5 tahun, dll, rinci banget deh pokonya.
Disitu aku cukup kaget karena aku belum punya hal-hal yang mereka minta untuk
aku tulis di Personal Statement bahkan Study Plan, aku belum punya alasan kuat
kenapa aku mau kuliah disana dan rencana-rencana detail dan bertanggung jawab
yang harus aku tuliskan di study plan. Akhirnya aku mengalami mental break down
lagi. Walaupun ga ada tes akademik, beasiswa ini sama aja susahnya, karena
essay yang kita tulis itu menetukkan banget kita lulus atau tidak. Dan fakta
bahwa saat itu untuk mengisi essay itu pun aku belum bisa. Saat kelas 11 SMA I
had literally nothing, karena seperti yang aku bilang di awal aku anak yang ga
akhif berkegiatan, cenderung sedikit kaku dalam sosialisasi pada saat itu.
Ditambah lagi aku gatau kalau diri ini bisanya apa dan maunya ngapain. Ceritanya
mentoklah aku pada saat itu.
Kata
orang kuliah di Korea itu susah banget, bener juga sih karena perjuangan buat
dapetin kuliahnya aja susah apalagi kalo udah kuliahnya gengsss :’D... Di
samping imaginary thoughts about oppa-oppa, aku dituntut untuk menjadi orang
yang visioner dan realistis*hmm beradd
gaes*. Aku ga mau nyerah untuk beasiswa ini karena ini satu-satu nya
beasiswa yang aku ngerasa cukup memadai dan salah satu cara untuk aku bisa
menikmati hidup di luar negeri seperti khayalan-khayalan masa kecilku, akhirnya
perjalanan ups and downs yang nano-nano banget yang membuat diriku dan hidupku
berubah secara signifikan pun dimulai. Perjalanan yang di mulai dari nol.
Literally zero. Perubahan diri yang sangat signifikan physically, spiritually,
and mentally.
Di
kelas 11 aku mulai untuk hidup dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Aku
mulai mengikuti lomba-lomba bahasa inggris tapi ga ada satu pun yang menang.
Bahasa inggrisku ga sebagus itu, dan aku paling ga bisa kalau harus nulis
naskah/tulisan pake bahasa inggris. Grammarku juga sangat kacau. Khawatir? Banget
bro sis, pada saat itu ga punya prestasi apapun, ga punya kegiatan apapun di
sekolah, lalu mau aku isi apa personal statement-ku? Begitulah aku berpikir
pada saat itu. Aku ga tertarik untuk ikut olimpiade eksakta karena aku sama
sekali ga menyukai mapel eksak walaupun aku ambil jurusan IPA selama SMA *derita anak salah jurusan>.<*. Di
samping nyari-nyari kegiatan dan lomba-lomba untuk mengembangkan diri aku juga
masih terus banyak berpikir tentang tujuanku dan apa yang ingin aku lakukan di
masa depan. Di sisi lain, aku masih ngerasa ga memadai, ga puas sama diri
sendiri, kekhawatiran akan masa depan, juga ketidaktahuan akan diri sendiri dan
hidup yang terus menuhin kepala ini membuat aku ngerasa messed up banget dan ga
bisa menikmati waktuku pada saat itu. Aku banyak banget merenung dan cenderung
overthink sama hal-hal ini. Bener-bener ngerasa hidup yang kalau orang sunda
bilang tuh “luntang-lantung” yang artinya kesana kemari terombang ambing tanpa
arah dan tujuan.
Saat-saat
itu bener-bener banyak banget konflik dalam diri. Hati maunya menggapai mimpi
besar itu, tapi keadaan diri pada saat itu sangat jauh dari kata memadai untuk
mendapatkan mimpi itu. Tapi, karena aku adalah manusia yang kalo udah pengen
sesuatu pasti ngotot harus dapet, akhirnya memutuskan untuk nge-push diriku ke
jalan yang dari awal sudah aku prediksi akan sangat panjang dan melelahkan.
Bener adanya, walaupun aku udah bersiap untuk apapun yang akan terjadi,
ternyata semua tentang hidup ini ga sesimple yang aku kira.
Ini
adalah waktu aku menyadari yang namanya lapang dada. Keinginan di hati
menggebu-gebu banget pengen ikutan banyak kegiatan, nyari tau banyak hal,
ngebet banget pengen dapet pengalaman luar biasa untuk menghiasi personal
statementku. Aku sangat semangat dan siap untuk mendapatkan banyak hal, dan
banyak mencoba hal baru. Tapi, I got nothing pada saat itu. Aku nanya ke diri
sendiri “Lalu aku harus ngapain lagi?” apa yang aku kehendaki ga berjalan baik,
ternyata semangat dan kerja keras aja ga cukup buat bisa survive dalam hidup
ini. Dari saat ini aku sadar ga peduli seberapa keras dan seberapa rapi aku
mengontrol semua hal dalam hidupku, kalau itu bukan timingku dan bukan takdirku
aku ga akan dapet apapun. Aku sadar bahwa kontrol penuh akan hidupku sebenernya
bukan di tangan aku. Dari sini aku mulai mencoba merubah caraku menjalani hidup
dari yang awalnya “earn as much as I could” menjadi “learn as much as I could”
dan ini ngebantu banget membuat aku belajar yang namanya lapang dada dalam menerima
hidup yang ga selamanya indah ini *hiyahiyaa.
Akhirnya, yang aku lakuin sebagai manusia yang lemah cuman bisa meminta sama Yang Maha Kuasa, jika apa yang aku ingin ini adalah jalanku aku minta Dia ga membiarkan aku untuk berhenti dan menyerah.
Dan
Masya Allah, banyak banget hal baik
dan luar biasa yang terjadi setelah ini. Hal-hal yang membuat aku mengerti
makna hidup *jiahahah* *ini serius gaes*,
membuat aku tau kemana tujuanku, dan membuat aku yakin kalau jalan yang aku
ambil ini adalah jalan yang bener-bener ingin aku ambil dalam hidup. Yang
terjadi di sini bukan hal baik aja kok, banyak banget hal yang bikin nyeshekkkk
dihati sampe rasanya mau nafas aja susah, tapi karena seperti yang aku bilang
sebelumnya aku ingin banyak belajar tentang hidup ini, akhirnya aku nyoba
menjalani dan menerima semuanya dengan hati yang lapang. Aku pun terus mencoba menjadi pribadi yg lebih open dan flexible karena dua hal ini penting banget sih buat aku agar bisa jadi orang yang bisa adjust di segala macam medan kehidupan *hiyahiyaaa*. Dan dari proses ini
aku mengerti kalo hidup ini bener-bener kaya puzzle, setiap kejadian tuh kaya
punya hint tersendiri yang kalo kita ga aware sama itu, kita kaya semacem
kehilangan beberapa bagian buat nyusun portrait diri kita dan jadi bingung
sendiri sama apa yang lagi kita susun(jalani). Tapi, kalo kita aware bawaannya
pengen senyum-senyum sendiri gitu, ternyata rencana Allah itu bener-bener indah
bangetttttttt nget nget nget deh, ngerasa malu aja dulu suka ngedumel kalo
sekalinya dapet kejadian pahit.
Oke,
kalau kalian udah baca tulisan aku yang sebelumnya, aku ngambil SNMPTN di
Hubungan Internasional UNPAD, ini lintas jurusan dan tanpa menunggu hasilnya pun
semua orang sudah tahu akan bagaimanana nasib SNMPTN-ku wkwkwkwk. Aku ga ikut
tes PTN/PTS apapun di Indonesia. Yang aku lakuin pada saat orang-orang sibuk
ngurusin pendaftaraan kuliah adalah meditasi *diriku butuh ketenangan jiwa wkwkwk* dan belajar bahasa inggris
karena bahasa inggrisku masih luar biasa ambyar.
Setelah
selesai periode belajar bahasa inggris akirnya aku ngambil tes IELTS di bulan
Agustus. Nah, setelah tes ini beres aku mulai nyusun dokumen untuk pendaftaran
KGSP di bulan September. Banyak banget cerita di proses nyusun dokumen ini.
Sebagai starting point nyusun dokumen, aku baru punya proficiency TOPIK dan
IELTS, dan beberapa sertifikat kegiatanku waktu di SMA. Hal pertama yang aku
kerjain adalah nerjemahin dokumen (rapor, ijazah, akta dan kk). Pada saat itu
aku kurang ngerti maksud dari dokumen dengan “Notarized Transtlation” tuh harus
dibegimanain. Akhirnya, aku memutuskan buat nelfon embassy. Dan mba-mba nya
bilang “Pokonya dokumen yang ditranslate
itu terserah mau sworn translator atau bukan tapi yang jelas HARUS di cap basah
notaris”. Ngakaknya aku gaes, pada saat itu aku gatau notaris tuh yang
bentukkannya kaya begimana. Pokoknya yang aku tau notaris tuh berhubungan sama
jual menjual tanah aja wkwkwk *maapkan
kebodohanku ini ya Allah
Setelah
berpikir keras menemukan sosok notaris, singkat cerita akhirnya guru aku punya
kenalan notaris dan akhirnya aku legalisir dokumenku di bapa notaris itu. Tapi
gaes, perjalanan bertemu si bapa notaris tidak semudah itu. Aku kan tinggal di
Lembang, nah bapa notarisnya ini ada di daerah Bojong Soang. Yang orang Bandung
pasti tau betapa jauhnya dari Lembang ke Bojong Soang, perjalanan dari ujung
Bandung ke ujung Bandung yang lain. Saat itu, aku rencana pergi ketemu bapa
notaris tapi bodohnya diriku, aku ga nelfon dulu si bapa nya. Di siang hari
yang terik banget nget nget dan udah sedikit lagi sampe lokasi, hati aku
ngerasa ga enak aja gitu gaes gatau kenapa, akhirnya aku memutuskan buat nge-WA
beliau kalau aku mau datang ke kantornya hari ini, lalu beliau bilang “Maaf saya ga ada di kantor hari ini, saya
lagi di nikahan di Banten. Besok aja ya” *JLEBBBB!!! Saking
nyeseknya akhirnya cuman bisa mengelus dada sambil senderan di teras masjid :’D.
Gimana lagi akhirnya aku balik lagi ke rumah, dan fyi nih ya karena saking
teriknya hari itu dan aku pake flat shoes tanpa kaos kaki, kakiku sampe belang
banget dan belangnya masih keliatan sampe hari ini aku nulis cerita ini. Sisa-sisa
perjuangan banget khaaan :’). Mirisnya, aku harus mengulangi perjalanan ini
untuk kedua kalinya keesokkan harinya. Berkaca dari kejadian sebelumnya,
akhirnya pada hari itu aku memutuskan pake sepatu wkwkwkw…. Singkat cerita beres
sudah urusan per-notaris-an ini.
Selanjutnya
adalah nyusun personal statement dan study plan yang mana paling menguji
kesabaran dan kekuatan jiwa raga HUAHAHAHA. Karena otakku mentok pada saat itu,
akhirnya essayku mengambang tidak jelas *karena
menulis mereka tidak semudah ini huaaa*. Pengumuman pembukaan beasiswa kali
ini cukup ngaret. Biasanya September awal udah di buka tapi pada saat itu belum
juga di buka padahal udah tanggal 6. Sempet cemas apa jangan-jangan beasiswanya
ga ada buat tahun ini *parno mode on*.
Akhirnya setelah menunggu-nunggu, pada tanggal 10 September 2019, pendaftaran
beasiswa GKS/KGSP-U 2020 resmi di buka dengan kuota Indonesia untuk embassy
track sebanyak 5 orang.
Pada saat itu, study plan-ku hampir beres. Rencananya aku apply ke Korea University, Hanyang, dan Kyung Hee dengan major International Studies (IS). Tapi, ketika aku liat di "University and Department list" yg di rilis NIIED, jurusan International Studies di Hanyang dan Kyung Hee ga ada di list itu. Auto cemaslah aku karena itu berarti aku ga bisa apply ke sana. Padahal udah mau beres dooong itu si study plan yang aku susun dengan segenap darah, keringat dan air mata. Pokonya di situ aku bener-bener broken heart bgt sih parah:'). Karena penasaran, aku ngirim e-mail ke Hanyang dan Kyung Hee untuk konfirmasi masalah ini. Kemudian mereka bilang memang bener kalau major International Studies di univ mereka tidak menerima siswa dari KGSP *JLEB moment pt.2*. Yah, di situlah aku bingung... jurusan apa yg harus aku ambil dan di univ mana aja karena aku udah bener-bener into bgt deh sama jurusan IS di univ-univ itu..
Akhirnya, dengan kemepetan luar biasa, otakku mulai bekerja karena aku harus tetep apply beasiswa ini apapun yang terjadi *semangat 45 gengs XD*. Awalnya kan aku juga ingin masuk jurusan HI nih, cuman gara-gara riset lebih dalem *jiah riset dong bahasanya huahaha XD*, aku ngerasa lebih prefer ke major International Studies. Akhirnya, aku memikirkan kembali untuk ngambil major International Relations(IR). Dan setelah berbagai macam pertimbangan dengan tengok-tengok website beberapa univ untuk major IR tersebut. At the end of the day, aku memutuskan apply ke SNU dan Kyung Hee untuk major di International Relations (IR).
Dengan segenap kekuatan yang tersisa, mulailah aku nyusun lagi si study planku yang literally aku rombak semua:') *poor me*. Tapi, Alhamdulillah dengan "the power of kepepet" akhirnya berhasil beresin semua yang dibutuhkan untuk pendaftaran di satu minggu terakhir sebelum deadline pendaftaran.
Pada saat itu, aku mau ngirim dokumen ke kedubes Korea pakai POS. Nah, datanglah aku ke kantor POS Lembang jam setengah 4 Sore. Dan ternyata kantor POS-nya udah tutup, baru di tutup banget karena petugasnya masih pada duduk di dalem. Karena rumahku yang jauh dan kemageran diri ini buat balik lagi besoknya, aku memohon ke si mas-mas kantor POS buat nginput paketku hari itu, tapi usahaku sia-sia, masnya tetep bilang ga bisa dan aku disuruh balik lagi besok *JLEB Moment pt.3* :’).
Pada saat itu, study plan-ku hampir beres. Rencananya aku apply ke Korea University, Hanyang, dan Kyung Hee dengan major International Studies (IS). Tapi, ketika aku liat di "University and Department list" yg di rilis NIIED, jurusan International Studies di Hanyang dan Kyung Hee ga ada di list itu. Auto cemaslah aku karena itu berarti aku ga bisa apply ke sana. Padahal udah mau beres dooong itu si study plan yang aku susun dengan segenap darah, keringat dan air mata. Pokonya di situ aku bener-bener broken heart bgt sih parah:'). Karena penasaran, aku ngirim e-mail ke Hanyang dan Kyung Hee untuk konfirmasi masalah ini. Kemudian mereka bilang memang bener kalau major International Studies di univ mereka tidak menerima siswa dari KGSP *JLEB moment pt.2*. Yah, di situlah aku bingung... jurusan apa yg harus aku ambil dan di univ mana aja karena aku udah bener-bener into bgt deh sama jurusan IS di univ-univ itu..
Akhirnya, dengan kemepetan luar biasa, otakku mulai bekerja karena aku harus tetep apply beasiswa ini apapun yang terjadi *semangat 45 gengs XD*. Awalnya kan aku juga ingin masuk jurusan HI nih, cuman gara-gara riset lebih dalem *jiah riset dong bahasanya huahaha XD*, aku ngerasa lebih prefer ke major International Studies. Akhirnya, aku memikirkan kembali untuk ngambil major International Relations(IR). Dan setelah berbagai macam pertimbangan dengan tengok-tengok website beberapa univ untuk major IR tersebut. At the end of the day, aku memutuskan apply ke SNU dan Kyung Hee untuk major di International Relations (IR).
Dengan segenap kekuatan yang tersisa, mulailah aku nyusun lagi si study planku yang literally aku rombak semua:') *poor me*. Tapi, Alhamdulillah dengan "the power of kepepet" akhirnya berhasil beresin semua yang dibutuhkan untuk pendaftaran di satu minggu terakhir sebelum deadline pendaftaran.
Pada saat itu, aku mau ngirim dokumen ke kedubes Korea pakai POS. Nah, datanglah aku ke kantor POS Lembang jam setengah 4 Sore. Dan ternyata kantor POS-nya udah tutup, baru di tutup banget karena petugasnya masih pada duduk di dalem. Karena rumahku yang jauh dan kemageran diri ini buat balik lagi besoknya, aku memohon ke si mas-mas kantor POS buat nginput paketku hari itu, tapi usahaku sia-sia, masnya tetep bilang ga bisa dan aku disuruh balik lagi besok *JLEB Moment pt.3* :’).
Akhirnya
aku ngirimin berkasku dengan servis yang sehari nyampe. Daaaaan di sinilah drama
menunggu yang panjang nan mendebarkan pun di mulai. Drama menunggu yang bikin
setiap hariku rasanya kaya lagi PMS aja karena saking ga karuannya perasaan ini,
diriku jadi sangat sensitif wkwkwkwk XD
1st ROUND; Seleksi Dokumen oleh Kedubes Korea dan Interview
Setelah
penutupan pendaftaran pada tanggal 30 September, Kedubes akan melakukan
seleksi, kemudian menjadwalkan interview di akhir bulan Oktober. Masa-masa
menunggu pengumuan tuh bener-bener ga bisa diekspresikan. Hari ke hari rasanya
lama banget, sampe ketika udah mulai pertengahan Oktober tuh aku jadi kaya yang
frequently nge-cek hp berharap ada telfon masuk dari Kedubes. Tapi, telfon dari
kedubes tak kunjung datang dan pengumuman pun tak kunjung rilis. Entah kenapa
tiba-tiba jadi mellow dan sensitif aja saat-saat itu tuh, udah ngerasa kaya
mungkin aku ga akan lulus kali yaa *pasrah
mode on*. Jadi, aku udah menyiapkan hati untuk kemungkinan buruk itu. Walaupun
nyatanya ga siap juga kalo ga lulus XD. Aku jarang banget buka e-mail, tapi tiba-tiba
malem-malem tanggal 18 Oktober 2019 tuh kaya pengen aja buka e-mail gatau
kenapa, eh pas buka inbox ada email yang subjectnya “[Korean Embassy] 2020 KGSP”. Langsung dengan segercep mungkin aku
buka dan pas baca emailnya ada tulisan “CONGRATULATIONS!!”
jantung aku ga ngalem banget sampe akhirnya aku teriak dan ketawa-letawa
sendiri yang dimana saat itu sekitar setengah 9 malem dan di kampung aku udah
sepi banget sampe mamah dan bapaku yang udah mau tidur terkejut dan
terheran-heran. Maklum ya gaes saking hepi nya, padahal baru lulus seleksi
dokumen doang *dasar aku :’)*.. Akhirnya aku ga bisa tidur malem itu karena jantungku ga
bisa diajak kompromi huahahahaa. Jadi, email tadi itu isinya panggilan
interview untuk 15 orang yang terseleksi dari 346 pendaftar pada saat itu. Dan
dari 15 orang itu hanya 5 orang yang akan lulus. Untuk cerita lengkap
interviewnya, bisa dicek di sini.
![]() |
Long story short, aku ngerasa
kurang maksimal selama interview membuat aku gundah gulana dan bener-bener ga
excited nungguin pengumuman hasil interview karena ya begitulah *pasrah mode on pt.2*. Banyak
orang-orang hebat yang aku temui waktu interview dan mengingat gimana aku saat
interview membuat aku ga banyak berharap untuk kedepannya. Interview hari rabu
dan mba kedubes bilang hasilnya diumumin hari jum’at. Tapi ternyata di hari
jum’at ga ada pengumuman apapun. Akhrinya, hari senin tanggal 4 November 2019,
ada notifikasi di grup kalau mereka udah pada nerima hasil interview. Aku yang
pada saat itu lagi nunggu antrian di pendaftaran rumah sakit buat ditambal
gigi, langsung buka email dan pas di buka tuh DEG!!!---------“CONGRATULATIONS!! You have passed the interview round for 2020 KGSP
Undergraduate Degree Program”, *Speechless*
betapa kagetnya aku sampe tangan gemeter *ini
ga boong gaes serius tremor parah* dan reflek sedikit teriak sambil meluk
mamah yang duduk di pinggir aku pada saat itu. Alhasil orang-orang pada
ngeliatin dengan tatapan penuh tanya. Tapi, yaudahlah ya gimana lagi dong
namanya juga seneng banget nget nget ngeeeeet, udah hopeless banget eh
tiba-tiba dapet kejutan tak terduga kaya gitu siapa yang ga kaget coba gaes:’).
For me it’s like a miracle banget deh pokonya.
Ini
dia penampakan email yang make my heart skip a beat huahahaha
2nd
ROUND; Seleksi oleh NIIED
Walaupun
liat tahun-tahun sebelumnya kalau udah lulus dari embassy, tahap selanjutnya
tuh lancar-lancar aja. Tapi, tetep aja pada saat itu aku masih deg-degan
walaupun ga se deg-degan kaya 1st round. Dan lagi, pengumuman NIIED
ini pun ngaret 5 hari dari yang dijadwalkan. Hasil 2nd round ini
diumumkan pada tanggal 22 November 2019 di website www.studyinkorea.go.kr. Alhamdulilah lagi, I passed the 2nd round. Setelah itu,
kandidat yang lulus diminta untuk melakukan medical check up dan mengirimkan fotocopy
passport ke NIIED. Waktu itu, aku MCU di RS Advent Bandung. Untuk MCU nya
sendiri ada pengambilan sampel urin, feses, dan chest x-ray. Hasilnya keluar
H+1 setelah aku menjalani serangkaian tesnya dikarenakan Chest X-ray resultnya pake bahasa Inggris. Lalu, hasil MCU itu dikirim ke
NIIED untuk proses seleksi universitas.
3rd
ROUND; University Admission
Untuk
KGSP ini kita boleh milih 3 universitas. Aku apply di Korea University
(International studies), Seoul National University (International Relatios),
dan Kyung Hee University (International Relations). Pada awal bulan Desember, ketiga univ ini ngirim email yang isinya ngasih tau kalo mereka udah nerima berkas
aku dan nyuruh aku untuk konfirmasi major yang aku ambil. Waktu baca email
mereka tuh sempet mikir kaya “Woaah akhirnya berkas-berkas yang aku susun
dengan segenap darah, keringat, dan air mata akhirnya sampe juga di Koriyaa
sana huaaa” seketika menjadi terharu biru karena ngeliat univ-univ yang ngirim
email ke aku tuh adalah univ-univ yang beberapa tahun terakhir sering aku
liatin fotonya dan logonya aku tempel di mana mana :’D
Sejujurnya
tahap ini tuh cukup menegangkan juga buat aku karena takut ga lulus di
ketiganya. Tiba saatnya hari pengumuman dari universitas. Tanggal 19 Desember
2019 siang hari, aku dapet email dari Korea University dan Kyung Hee University
yang menyatakan kalau aku diterima. Lega sudah diriku karena yang aku sebenernya
dambakan banget adalah major yang aku ambil di KU itu wkwkwkwk. Lalu, besoknya
SNU ngirim email yang isinya adalah pemberitahuan bahwa aku tidak lulus *JLEB Moment pt.4*. Sepertinya aku dan SNU
memang tidak berjodoh ya gengs huahahaha.
Dan at the end of the day, aku memilih Korea University, which is my dream univ huhuhuhuuu *cry*.
Dan at the end of the day, aku memilih Korea University, which is my dream univ huhuhuhuuu *cry*.
Ini dia email-email university admission result:
![]() |
| Admission result from Kyung Hee University |
![]() |
| Admission result from SNU |
Pada
tangal 9 Januari 2020, NIIED merilis pengumuman final result di website
studyinkorea. Karena aku belum fasih bahasa Korea, jadi aku wajib mengikuti
program bahasa Korea selama setahun. Korean Language Institute aku adalah Silla
Universiy di Busan. Lalu, setelah menyelesaikan kewajibanku belajar Bahasa
Korea, aku akan pindah ke Seoul untuk program Bachelor Degree (S1) di Korea
University.
Kemudian,
tanggal 15 Januari 2020, NIIED ngirim Letter of Invitation lewat e-mail. Feel
surreal banget sih pas akhirnya aku dapet invitation resmi ini. Ceritanya, dulu
aku baca cerita seorang grantee KGSP dan dia ngedit invitation orang lain dan
pada akhirnya dia berhasil dapet invitation punya dia sendiri. Aku ikutilah cara
dia ini dengan harapan nasibku bisa kaya dia ใ
ใ
ใ
ใ
. Aku ngedit invitation
punya dia dengan namaku terus aku print dan aku gantung di meja belajar sebagai
motivasi dan biar inget buat ngedoa tiap kali liat itu. Ini dia penampakkan
Letter of Invitation Edited vs Official.
![]() |
| Edited Ver |
![]() |
| FINALLY!! OFFICIAL VER ^O^ |
Setelah itu, aku ngurus visa di Korea Visa Application Center (KVAC) yang ada di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan. Setelah visa keluar dan flight ticket sudah dikirim, aku hanya tinggal menikmati waktu-waktu bersama keluarga, teman, dan terutama sama kasurku tercinta wkwkwkwk.
Intinya,
aku bersyukur banget punya mimpi ini. Karena perjalanan menuju mimpi ini membuat
aku bisa menemukan lebih banyak hidden spot dalam diri aku. Berhasilnya aku
menjadi grantee GKS/KGSP 2020 adalah pencapaian luar biasa untukku karena dia sudah jadi my ultimate target dari beberapa tahun lalu. Tapi, mampunya aku untuk bisa lebih mengenal
diri dan hidup ini dengan lebih baik melalui perjalanan yang aku dapat adalah
sesuatu yang lebih luar biasa dan sangat aku syukuri lebih dari apapun. *terimakasih KGSP hiyahiyaa XD
Banyak malam yang aku habiskan buat ngelamun dan tanpa sadar I shed my tears karena sebegitu takutnya aku sama masa depanku yang sangat blurry pada saat itu. Pernah mau berhenti aja karena rasanya aku emang ga memadai untuk sesuatu yang besar itu. Tapi, ketika look back dan liat seberapa jauh aku udah berjalan, aku ga mau runaway dari konsekuensi keputusan yang aku ambil saat aku mulai berjalan di jalan ini. Ternyata, keinginan aku untuk mewujudkan My ideal future life itu masih lebih kuat dari rasa ingin berenti saat itu. Dan di sini aku paham kalau tujuan itu adalah sesuatu yang akan terus membuat kita keep going apapun yang terjadi.
Yang aku tau pasti dari perjalanan ini adalah bahwa hidup ini adalah tentang penerimaan. Seperti yang aku bilang di ceritaku di atas kalau hidup ini bener-bener kaya puzzle. Semua kejadian baik atau buruk sebenarnya punya hint tersendiri yang akan membawa kita ke tempat di mana seharusnya kita berada. Semakin banyak yang bisa kita terima, maka kita akan semakin aware dengan hints itu. Hal yang membahagiakan ketika semua hint itu mulai terasa nyambung satu sama lain. Aku ngerasa bahwa hidup ku ini worth to be lived. Dan aku harap kalian bisa ngerasain hal ini juga suatu saat nanti.
Yang aku tau pasti dari perjalanan ini adalah bahwa hidup ini adalah tentang penerimaan. Seperti yang aku bilang di ceritaku di atas kalau hidup ini bener-bener kaya puzzle. Semua kejadian baik atau buruk sebenarnya punya hint tersendiri yang akan membawa kita ke tempat di mana seharusnya kita berada. Semakin banyak yang bisa kita terima, maka kita akan semakin aware dengan hints itu. Hal yang membahagiakan ketika semua hint itu mulai terasa nyambung satu sama lain. Aku ngerasa bahwa hidup ku ini worth to be lived. Dan aku harap kalian bisa ngerasain hal ini juga suatu saat nanti.
Mungkin
bagi sebagian orang di luar sana *termasuk aku* beasiswa ini keliatan kaya up high in the sky. Tapi setinggi apapun itu, Tuhan kita masih jauh lebih tinggi. Gapapa untuk kamu yang masih merasa kecil saat kamu memulai langkah, karena jalan yang terhampar di depan kamu yang akan membuat kamu jadi sosok yang berbeda dari kamu hari ini. If you want it, then believe it with all of your heart, and whatever happens hold it in your arms tightly, never let anyrhing loosen your grip. Run as fast as you can, if you're tired just walk as far as you can, if you stumble, then crawl. Just, Don't Stop. That's how a dream would work.
Yang aku tau adalah ketika kita udah meyakini sesuatu, tantangan untuk nguji keyakinan dan komitmen kita untuk apa yang kita yakini itu akan selalu datang. Dan aku yakin, semua orang mengalami hal yang sama saat mereka punya keyakinan untuk mimpi mereka. So, Don't be in a rush, don't force, because when it comes to your time, it'll be yours and never be somebody else's. Live in the moment and set yourself free from all of insecurities dan unworthly feeling, and focus on transforming yourself to become someone you want to see in the future.
Most importantly, pray along with hard work would yield an absolutely perfect outcomes. So, you should make those things balance.
Yang aku tau adalah ketika kita udah meyakini sesuatu, tantangan untuk nguji keyakinan dan komitmen kita untuk apa yang kita yakini itu akan selalu datang. Dan aku yakin, semua orang mengalami hal yang sama saat mereka punya keyakinan untuk mimpi mereka. So, Don't be in a rush, don't force, because when it comes to your time, it'll be yours and never be somebody else's. Live in the moment and set yourself free from all of insecurities dan unworthly feeling, and focus on transforming yourself to become someone you want to see in the future.
Most importantly, pray along with hard work would yield an absolutely perfect outcomes. So, you should make those things balance.
Semoga
ceritaku ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang sudah meluangkan
waktunya untuk membaca ini. Dan Good luck bagi yang akan apply beasiswa GKS
ini!







Sukses terus kaa!!! semoga aku bisa ngikutin jejak kaka hehe btw sama sama ingin HI dan gapernah akur sama yg namanya matematika hehe๐๐ช thanks ya ka♥ semoga kita akan jadi teman baik๐
ReplyDeleteaamiin.. thanks yaaa!!
Deletegoodluck yaaa!! semangat! let's meet someday๐
Omg orang Lembang, Semangat!!, semoga aku bisa nyusul next year
ReplyDeleteaamiin.. goodluck yaa!๐
Deletekok gue nangiss huhu
ReplyDeleteTeringat masa-masa lu nitip motor :(
good old days sihh hahahaa. hari" oenuh darah keringat air mata wkkwkw.. thanks for being apart of it love ๐
DeleteSuch a great story ka! I think we have so much in common. Aku udah lama ngincar beasiswa ini dengan major yang sama dengan kakak. I directly search your ig account setelah aku liat di final succesful candidates list kalo kakak diterima di universitas dan major yang emang sama banget sama mimpiku๐ฅบ. Now let me adore you as my role model. Sukses studinya ka, Best wishes and hopes for you♡
ReplyDeleteomgggg hahhahaa what a coincidence... semangat terus yaa!! good luck for your endeavor ๐
DeleteMata ku ngembeng dongg baca ini :')
ReplyDeleteaduuuhhh thanks for reading yaa ๐ฅบ
Deleteselamat ka dan sukses terus kedepannya!! seneng banget baca cerita perjalanan kakak
ReplyDeleteaaamiinnn thank you so much yaa ๐
DeleteSama kaya aku ka, ngerasa hidup ini gaada arahnya banget wkwk.. boleh minta kontak kaka? Ig, twitter atau semacamnya? Aku mau tanya2 soal kgsp ka
ReplyDeleteit's okay kalao ngerasa kaya gitu.. karena emang pasti ada masanya kita yang masih remaja ini ngerasa kaya gituu... just accept it and let the feelings flow okaaay ❤️
Deletehalloo. boleh yaaa... ig aku di @tineuineu
Ah semoga aku bisa nyusul tahun depan... Aamiin
ReplyDeleteaamiin.. goodluck yaaa!
DeleteI'm so touched when I read your story, Kak. Kebetulan juga aku pingin major IS... Selamat dan sukses ya Kak!!! Hopefully we can meet in 2022 as a fellow GKS-U Grantee!!!! ํ์ดํ !!!
ReplyDeleteoooh thanks for reading๐
Deleteaamiin.. good luck yaaa!
HUAAA motivasi banget ini sih
ReplyDeleteapalagi major yang kakak pilih itu sama kayak major impianku<3
Aku lagi berjuang memperkecil peluangku ga keterima di gks kak tapi yang suka bikin down itu pas baca science major lebih diutamain. Sedangkan, aku anak social huhuu
enggaa kooo. don't be discourage karena salah satu ketentuan itu... buktinya kan aku juga pass. just try it. Semangat terus yaa!❤️
DeleteKa aku mau tanya, soal letter recomendation itu harus tulisan perekomen atau template?? Aku masih bingung soalnya. Dan untuk berkas yang di translate, kamu translate sendiri kah atau sworn translator??
ReplyDeleteboleh tulisan dari yang ngasih rekomendasi, boleh juga langsung pake templatenya.
Deleteaku dulu pake sworn translator
Ka, mau tanya cara liat jurusan yang kita mau ada atau engga di NIIED gimana ya?
ReplyDeleteada kok di file yang diupload niied barengan sama guideline beasiswanya di website studyinkorea
DeleteThanks for sharing! Semoga aku bisa nyusul kuliah di KU! Aamiin. Sukses kak Tineu^^
ReplyDeleteaamiin thanks for reading yaa ๐
Deletesampai mau mewek aku pas nebacanya ^_^
ReplyDeleteyaampuun hahah thanks for reading yaa ^-^
Deletek blajar ieltsnya gmna?
ReplyDeleteaku download buku Cambridge IELTS yg buat latihan" soal gitu... aku kerjain aja semua soal" yang ada disitu sampe sebelum hari ujian.
Deletekak, dlu kursus bahasa inggris dimana dan cara belajar ielts nya gimana?
ReplyDeleteaku kursus ielts di The British Institute
DeleteKak tineu!! Keren bangettt huaa aku terharuuu, sehat2 terus kak, semangatt belajarnyaa insyaAllah aku nyusul awal taun depann, Aamiin ya Allah
ReplyDeleteaamiin thanks for reading yaa ๐
DeleteKak tineu!! Keren bangettt huaa aku terharuuu, sehat2 terus kak, semangatt belajarnyaa insyaAllah aku nyusul awal taun depann, Aamiin ya Allah
ReplyDeleteaamiinn.. thanks for reading! good luck ya!๐
DeleteSampe nangis bacanya, semoga bisa keterima GKS juga kaya kk, aamiin.
ReplyDeleteyaampuunn... aaamiinn..
Deletethanks for reading yaa!๐
lagi dan lagi, nangis baca cerita kakak. do'a in ya kak, insyaallah mau ngambil juga entah untuk keberangkatan 2022 atau 2023, soalnya masih bingung banget lanjut di luar ato di dalam negeri.. semangat menyelesaikan studinya buat ka tineu!
ReplyDeleteMakaish banyak untuk supportnya!:) aaamiin.. semangat terus yaaa!
Deletehai kak tineu! jujur, aku suka banget baca pengalamannya kakak. berasa kayak naik roller-coaster deh wkwkkw. terima kasih banyak karena sudah berkenan buat share pengalamannya. semangat terus ya kak! hopefully aku bisa keterima GKS dan kuliah disana kayak kakak juga, aminn. all the best for you kak tineu...
ReplyDeletehai kaakk, aku barusan bacaaa dgn niat hati pengen cari inspirasi dan informasi tentang si KGSP ini, krn aku pengen bangeedddd daftar besiswa inii, daann amazed bgt sama ceritanya, INI SERIUUSS AKU SEMPET NANGIS JUGAA PAS BACAAA.... jujur cerita kakak waktu SMA juga banyak ke-relate-an sama cerita akuu di masa SMA inii...Tapi aku masih bingung mau beneran nyoba beasiswa ini atau engga, tapi bismillah semoga beneran nyoba dan bisa keterima sih, Aamiin. Btw makasih udah sharing kak, dan semoga sukses terus, Aamiin.
ReplyDeleteWahhh congratulations ya kak, jujur yaa aku ikut seneng bacanya sampe nangis juga loh wkwk
ReplyDeleteSemoga kesuksesan kakak lolos di GKS bisa nular juga ke aku aamiin..
Aku juga pengen ikut GKS di tahun 2021 bismillahirrahmanirrahim semoga nanti aku lolos juga dan bisa nyusul kakak di sana aamiin..
Terima kasih atas sharing2 cerita nya ya kak sangat menginspirasi..sukses selalu buat kakak๐❣️
Aaah terharu bangeet bacanya ๐ฅบ tentunya ikut seneng juga dan termotivasi ๐ semoga aku pun bisa lebih mengenal diri aku dan tetap semangaat☺️ Doakan aku ka, semoga aku juga bisa keterima GKS inii seperti kaka aamiin. Terima kasiih banyaak ka, suskses selalu ๐ค✨
ReplyDeleteHalo kak, terima kasih untuk cerita yang bener-bener tulus dan indah bangett. cerita awardee pertama yang bikin aku nangis dari banyak blog awardee yang pernah aku baca selama ini!! terima kasih untuk kata-kata penyemangatnya kak, it gives me warmth. barakallah ya kak, sukses untuk studinyaa, semoga aku bisa nyusul kakak jadi awardee gks tahun ini aamiin.
ReplyDeleteHi kaaa! Glad to see ur story! Is there any contact that l can contact you? Would u mind kl mau bimbingan beasiswa sm kakak? Seriously bener2 pengen masuk KU jurusan hi jg kaa :( ditunggu balesannyaa :)
ReplyDeletefeel free bat DM aku di instagran @tineuineu yaa :)
DeleteCongratulations kk.
ReplyDeleteKk maunanya kak,kalo pas wawancara tuh pertanyaan seputar apa saja sih☺️
Di tunggu jawabannya yah kk
Untuk pertanyaan wawancara bisa kmau liat di tulisan sebelum ini yaa.. judulnya "ceirta interview"... seinget aku dulu aku wawancara 30-45 menitan deh yaa kalo ga salah :)
DeleteTeh alumni smp 1 bukan sih, temennya teh Najwa bukan?
ReplyDeleteIya betul, aku alumni SMP 1 Lembang temennya Najwa juga wkwkkw :D
Deletebacanya sambil nangis T_T , to my self heii ayooo semangattt belajar , jan males malesan muluuuuuu . ya ampun kakak makasi yaaa udah sharing heheehh , Saranghaeeeeeeeeee
ReplyDeleteAYo semangat terus yaaa!:)
Deletebaca ini rasanya mau nangis Kak.. bener kebayang gimana perjuangan buat dapetin beasiswa.. THAN YOUU SO MUCH KAKKKKKKKK!!!!!!
ReplyDeleteAnd semangat buat kita semua yang sudah meluangkan waktunya busat baca cerita indah nan nano-nano ini!!
:D
Thank you so much for reading too!:) semangat terus juga yaa buat kamuuu ๐
Deletehi kakk cerita ini bener bener bikin aku jd makin ter-motivated buat kuliah di sanaa!! oh iya aku mau tanya ini semoga dijawab yah, jadi sma di indo kan lulusnya sekitaran bulan mei atau bulan apa gitu pokoknya lebih dari bulan maret kan, nah tapi di persyaratan itu maksimalnya bulan maret, jadi kakak kaya gapyear gitu atau gimana ya? aku bingung bgt harus gimana pdhl pengen banget ambil beasiswa ini ><
ReplyDeleteHalo! aku dulu daftra GKS ini setelah dapet ijazah dari sekolah... jadi aku wisuda di buan Juni kalo ga salah.. dan habis itu daftar GKS di bulan September... ALu saranin kamu untuk daftar di bulan september di tahun kamu lulus dari SMA :)
DeleteHi Ka Tineu ๐, Actually udah lama banget (sejak kemunculan Ka Tineu di vlog Ka Rihel) aku pengen baca blog Kaka but I'm sorry hari ini baru sempet baca. Terimakasih banyak Ka udah share cerita perjalanan hebatnya๐. If you know that I cried a lot (cuz, I feel proud of you๐ค) while reading this blog (seriously). Tulisan ini meaningful buat aku, bener-bener ter-motivate. Always successful and healthy, ILY Ka๐. I hope we can meet soon๐ซ.
ReplyDeleteHallo! :) makasih banyak udah sempetin mampir di blog aku ini hihihiii... aku juga ikut seneng dengernya kalo kamu menemukan semangat lagi dan termotivasi lagi setelah baca cerita ini.. semangat terus yaa.. semoga kamu sukses menggapai semua cita-cita kamu๐ would love to meet you in Korea someday:)
DeleteKeren..masih muda udah dewasa bgt pikirannya. Sukses selaluu Neeeng.
ReplyDelete