Cerita Interview KGSP-U

Beasiswa KGSP (Korean Government Scholarship Program)

“Life would always full of surprises and would forever be unpredictable”


Walaupun aku interview di Kedutaan Besar Republik Korea, perjalanan aku ini ga semulus kulit wanita Korea guys :’). So, ini dia cerita interview beasiswa GKS 2020-ku.

Aku dapet panggilan untuk interview pada tanggal 30 Oktober 2019 jam 10 pagi. Aku berangkat dari Bandung ke Jakarta pake kereta paling pagi, jam 04.30. Btw, aku pergi bareng kakak ipar.  Seperti yang aku bilang sebelumnya, perjalan ini ga semulus kulit wanita Korea. Pertama, ada tragedi sakit perut di subuh hari. Penyebabnya adalah pas jam 2 subuh tuh aku ngerasa laper, yaudah akhirnya aku makan sari roti sandwich yang rasa keju. Pas sampe di stasiun aku langsung lari terbirit-birit nyari toilet. Tapi, masalah perut ini ga selesai sampe situ guys, dia berlanjut selama perjalanan Bandung-Jakarta. So sad pokonya, sepanjang jalan aku cemas. 

Pukul 07.20 aku sampe di stasiun Gambir Jakarta, terus langsung naik grab ke Kedubes Korea yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Aku sampe di tujuan sekitar jam 8 dan langsung di samperin sama satpam yang pake helm, masker, dan kacamata item sampe menutup seluruh wajah. Beliau nanya kita mau ngapain. Setelah ngasih tau maksud dan tujuan kita, beliau laporan pake talkie walkie ke orang dalem dan akhirnya kita disuruh balik lagi jam setengah 9 karena ternyata kita datang kepagian hahaha. Beliau nyaranin kita pergi ke alfamart dan kantin salah satu perusahaan yang ada di pinggir kedutaan. Tiba-tiba terjadi serangan kontraksi perut lanjutan. Bodohnya diriku makan roti subuh-subuhT-T

Setelah urusan perut selesai, kita duduk di kantin perusahaan dengan backsound suara blower besar yang bisingnya subhanllah ga ada duanya. Aku duduk sebelahan sama laki-laki yang keliatannya kaya latihan buat interview, singkat cerita kita kenalan dan bener ternyata dia dateng dari Aceh umtuk intrview KGSP juga. Kita pergi ke kedubes bareng. Pas sampe di depan gerbang kedubes, ternyata hanya kandidat interview aja yang boleh masuk ke dalam, jadi kakak ipar aku ga boleh masuk. 

Kita akhirnya masuk ke pintu gerbang dan ada satu kandidat laki-laki yang dateng. Dia orang Batam tapi dia tinggal di Bandung karena dia kuliah di ITB. Masuklah kita ke dalam gedung, disuruh isi daftar kehadiran lalu diarahkan ke ruang tunggu. Ternyata wawancaranya itu ada 2 sesi. Sesi pagi jam 10.00 dan sesi siang jam 13.30. Sesi pagi ada 7 orang. Mereka ada yang udah kuliah, ada yang gap year, bahkan ada yang udah kedua kalinya daftar beasiswa ini. Tapi intinya, orang-orang yang aku temui di sana tuh orang-orang yang keren banget. Kita banyak sharing dan ngobrol buat mencairkan suasana dan nge-distract nervous walaupun ga sepenuhnya ke-distract sih hahaha. Oh iyaa, kita juga dikasih bingkisan, sekotak roti Tour Les Jours yaitu salah satu brand roti Korea. Setelah cukup lama nunggu sambil bincang-bincang, dipanggillah 3 orang pertama untuk interview. Setelah mereka selesai, giliran aku dan laki-laki yang aku temui di pintu masuk untuk interview. Sejujurnya aku ngerasa lebih santai pada saat itu, jadi ga terlalu nervous dan tegang juga. Namun, semua berubah ketika interview berjalan.

Ketika masuk ke ruangan, ada 3 orang interviewer. 2 orang Korea dan 1 orang Indonesia. Interview dilakukan menggunakan Bahasa Inggris. Pertanyaan interview ini simple sebenernya, lebih banyak tentang personality kita. Bisa dibilang kondisi kepercayaan diri aku selama interview ini tuh terus menurun, walau begitu aku nyoba buat selalu mempertahankan senyum dari awal sampe akhir dengan harapan senyumanku meluluhkan hati para interviewersL. Di interview ini, aku ngejawab spontan banget. Jawaban-jawaban yang udah aku siapin tiba-tiba entah pergi kemana.

Ini dia beberapa pertanyaan yang ditanyakan.

Introduce yourself, please
Disini aku ngomong pendek banget

Why you choose Korea especially this program?
Aku ngejawab terlalu panjang yang pada akhrnya di stop sama interviewer. Dan ini bener-bener bikin mental break down banget parah sih...

*reading my personal statement* you have so many activities here, story telling, speech contest, debate, science club, you even joined a summer camp in China. Talking about China, you know that Korea and China are advanced in Technology and Industry. So, can you give us a comparison between Korea and China which makes you choose Korea?
Sambil ngeliat ke aku, semua interviewer senyum. Senyuman yang ga bisa aku artikan. Pertanyaan ini bener-bener unexpected, karena masih kaget dan bingung juga mau ngomongin aspek manaya alhasil dan aku ngejawabnya random banget banget banget. Yang melintas di otak pada saat itu semuanya aku omonngin hahaha.. so that's why I felt so chaos that time. 

What would you do after graduated?

Because living in South Korea could be really hard, we want to know what you always do when you’re feeling stressed?

In the future you might live with roommates, and we want to know what would you do if there is conflict between you and your roommates?

What is your dream?
Pertanyaan ini sih yang aku sangat bersyukur karena muncul di detik-detik terakhir. Aku ngomong cukup panjang dan aku lega banget karena bisa menyampaikan hal yang selama ini ngasih aku hope, intention, and spirit to live in this world. 

Setelah beres interview aku ngerasa ga cukup baik ngejawab pertanyaan-pertanyaannya. Aku ngerasa ga cukup banyak nyeritain diriku. Aku ngerasa kaya terus dihantui sama pertanyaan-pertanyaan interview itu dan jawaban yang seharusnya aku sampein saat interview. 

Kita semua keluar dari kedubes sekitar jam 12 siang. Jadwal kereta pulang aku adalah jam 17.12. Karena masih lama banget akhirnya aku sama kakak ipar memutuskan buat pergi ke daerah Thamrin dan nyari makan di sana. Setelah makan, kita rencananya mau ke stasiun tapi karena waktunya masih panjang kita akhirnya memutuskan buat jalan dari Thamrin ke stasiun.  Capek juga  ternyata jalan dari Thamrin-Stasiun karena disamping jaraknya lumayan jauh, kerjaan aku abis lulus SMA cuman di rumah aja dan ga banyak bergerak hahaha....

Karena aku adalah jenis manusia yang suka banget merenung dan ngelamun. Pas lagi di kereta terutama saat itu tuh lagi senja yang buat aku itu waktu yang cocok banget buat nge-galau. Aku jadi lebih emosional, ngeliat seberapa jauh aku melangkah, nyoba maafin diri sendiri karena udah melakukan kesalahaan pada hari itu, nyoba ngeliat kedepan dengan segala ketidakpastian yang bakal aku hadapi. Saat itu aku khawatir banget, bahkan sampai saat ini pun. Akankah semua berjalan baik-baik aja. Apakah rencana aku adalah rencana yang Allah kehendaki buat aku. 

Hari itu adalah kejutan lain yang hidup kasih buat aku. Perkiraanku, rencanaku, persiapanku, ternyata berbeda dengan apa yang dikehendaki-Nya pada hati itu. 


Atas kejadian pada hari itu, aku bersyukur karena aku lebih ngerti makna sebuah mimpi. Bahwa ia berhasil membawa pemiliknya pergi melampaui batas-batas yang ditetapkan dunia. Dan juga aku bersyukur karena aku menyadari tentang gimana aku ingin hidup selanjutnya dan suara seperti apa yang ingin terus aku perdengarkan pada dunia. Sekarang bagianku untuk mengejar mimpi itu sudah selesai, sisanya bukan urusanku lagi. Hopefully, whatever I’d get, I could continue to live a wonderful life.

Comments

  1. Pengen nanya banyak secara personal

    ReplyDelete
  2. Pengen nanya banyak secara personal

    ReplyDelete
  3. Hi Tineu, I am an incoming Ewha Woman's University undergraduate studnet from Indonesia. I'm utterly impressed of your story and intrigued to know about you more. You have done such a great job. According to the studyinkorea website, you are one of the selected candidates to study in Korea. Can we by any chance communicate personally through other social media platform?

    My instagram is jetevoisme and my e-mail is nurhanif91@gmail.com.

    Regards,
    Hanif

    ReplyDelete
  4. I feel you kak! Aku bacanya sambil ngebayangin situasinya saat itu. Aku sampai mau nangis haha, that's right kak "Sekarang bagianku untuk mengejar mimpi itu telah selesai, sisanya bukan urusanku lagi." Tawwakal ya kak, semoga aku juga bisa begitu besok, Aamiin ๐ŸŒป

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooo thank youuu๐Ÿฅบ
      also thanks for reading..
      good luck yaa buat kamu! semangat teruss ๐Ÿ˜

      Delete
  5. I'm so sad, and thx u ka kata2 kka bagus bgt disini :"
    like I felt what you felt at that time :)
    Aku mo save bebrpa kalimat dari sini ya kaa!!
    Smngtt!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooo sureee.. boleh save aja.. i'm happy if it can help you
      kamu juga semangat yaa!
      thanks for reading๐Ÿ˜

      Delete
  6. aku nangis baca cerita kakak ini, perasaan yang sama seperti yang aku rasakan sekarang walaupun subjeknya berbeda. thanks a lot for sharing your experience. aku harap semoga aku bisa menjadi bagian dari beasiswa KGSP ini seperti kakak di tahun depan, Aamiin.

    ReplyDelete
  7. kak, apakah kaka bisa mengira ngira berapa lama waktu yang sesuai untuk menjawab dari setiap pertanyaan, maksud aku seberapa lama kakak menjawab pertanyaan kedua sehingga kakak di stop oleh interviewer nya? dimohon sekali jawabannyaa

    ReplyDelete
  8. kaa tineu boleh gak aku nanya² secara personal di ig? aku mau belajar banyak dari kakak terkait gks ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cerita 2020 GKS/KGSP-U

Guide to GKS/KGSP-U

๋ถ€์‚ฐ ์ƒํ™œ